Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

BPBD imbau warga waspada tiga sungai di Jogja

Bantaran Kali Code di kampung Surokarsan, Mergangsan Bantaran Kali Code di kampung Surokarsan, Mergangsan

Jogjakarta-KoPi| Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota, Agus Winarto menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat tingginya intensitas hujan selama sepekan terakhir.

Khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran Kali Winongo, Kali Gajah Wong dan Kali Code. Waspada terhadap kenaikan debit air.

"Selain itu kewaspadaan pada gerakan tanah dan tanda-tanda kerusakan infrastruktur yang ada untuk dilaporkan ke BPBD untuk melakakukan koordinasi," jelas Agus saat ditemui di kantor pada Selasa, 16 Februari 2016.

Tingginya curah hujan di bulan Februari ini memungkinkan terjadinya banjir dan tanah longsor.

Seperti yang terjadi pada setahun yang lalu. Daerah bantaran Kali Winongo mengalami longsor.

"Tapi belum termasuk parah," imbuh Agus.

Agus menambahkan antisipasi lain terhadap tanggul yang jebol. Pasalnya usia infrastruktur penahan banjir tergolong tua.

Seperti kasus jebolnya tanggul di Surokarsan pada banjir tahun lalu. Karena tanggul sudah rapuh.

Pemkot dan jajarannya melakukan gotong royong membuat karung berisi pasir, untuk menahan arus air sungai.

Untuk jebolnya tanggul di kampung Surokarsan, Agus menjelaskan Pemkot akan melakukan perbaikan di tahun ini.

Wilayah Kotamadya merupakan rawan bencana. Terutama kebakaran, gempa dan banjir.

Meskipun saat ini belum terjadi bencana. Agus menegaskan Jogja masih belum dalam status aman.

" Untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana," pungkasnya.

| Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next