Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

BNNP DIY: Rehab komponen masyarakat perlu dibenahi

BNNP DIY: Rehab komponen masyarakat perlu dibenahi

Jogjakarta-KoPi| Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP DIY akan melakukan penguatan terhadap tempat rehabilitasi, terutama rehabilitasi mandiri komponen masyarakat.

Rehabilitasi komponen masyarakat kebanyakan berbentuk pondok pesantren, seperti Pondok Pesantren Nurul Haromain, Sentolo Kulonprogo dan Yayasan Al- Islami, Kalibawang Kulonprogo.

dr. Iswandari menjelaskan penguatan rehabilitasi lebih mengarah pada kualitas dan manajemen tempat rehabilitasi.
"Dari BNN pusat dulu menekankan pada kuantitas, kepala saat ini mengedepankan sistem manajemen mutu. Target 2016, mutu dan kualitas lebih (baik)," jelas dr. Iswandari.

Secara umum dr. Iswandari menegaskan dari aspek fisik, semua tempat rehabilitasi di DIY telah memenuhi standar.
Hanya yang masih menjadi perhatian tentang SDM rehabilitasi komponen masyarakat.
dr. Iswandari mengaku konselor di beberapa rehabilitasi komponen masyarakat belum memiliki sertifikasi.

Ke depan bidang rehabilitasi akan memprogramkan pelatihan konselor rehabilitasi. Keseluruhan program ditanggung BNNP DIY, namun sertifikasi konselor menjadi tanggungan personal.
"Mereka bilangnya (pengasuh ponpes), sudah ahli. Nah tapi belum ada bukti sertifikasi," tambah dr. Iswandari.

Selain itu persoalan lain dari rehabilitasi mengenai keterbukaan keuangan lembaga.
Mengenai hal ini, dr. Iswandari mengharapkan rehabilitasi komponen masyarakat memiliki keterbukaan pengelolaan keuangan.

"Uang yang masuk sedikitnya kan uang negara, kemarin BPK periksa (belum terbuka)," pungkas dr. Iswandari. | Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next