Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bisa lho selamatkan sungai lewat kebiasaan kecil di rumah

Bisa lho selamatkan sungai lewat kebiasaan kecil di rumah
Surabaya - KoPi | Menjelang Kongres Sungai Indonesia di Banjarnegara 31 Agustus mendatang, isu pemulihan peran sungai menjadi hangat. Salah satu permasalah sungai di Indonesia adalah terabaikannya kebersihan sungai. Sungai menjadi keranjang sampah bagi masyarakat Indonesia. Akibatnya, ekosistem sungai mati karena tertutup sampah.
 

Sungai dan sampah seakan menjadi suatu hal yang tak bisa dipisahkan di kota besar di Indonesia. Setiap kali kita menoleh ke arah sungai, ada saja sampah yang mengambang di atasnya. 

Disadari atau tidak, sampah yang menumpuk di sungai berasal dari rumah tangga. Kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya manajemen sampah yang baik membuat sungai menjadi korban. Padahal, menjaga dan melestarikan sungai menjadi tanggung jawab masyarakat luas.

"Masyarakat Indonesia itu masih belum sadar akan pentingnya manajemen sampah yang baik. Kita masih belum terbiasa memilah sampah mana yang bisa didaurulang dan mana yang bisa terurai alam," ucap Fatma Saifullah Yusuf, Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Jawa Timur.

Fatma mengungkapkan, tidak seperti di luar negeri yang sudah terbiasa memilah sampah, masyarakat Indonesia menganggap semua sampah mendapat perlakuan yang sama. Apalagi di Indonesia juga masih belum ada fasilitas yang memudahkan masyarakat membedakan mana sampah organik dan anorganik.

"Masyarakat kita masih belum terbiasa. Biarpun saat ini kita masih belum punya tempat sampah khusus organik dan anorganik, seharusnya kebiasaan membedakan sampah harus dimulai dari rumah. Misalnya di setiap ruangan kita beri dua tempat sampah, satu untuk sampah organik dan satu lagi untuk anorganik. Jadi kita tidak harus jalan jauh kalau mau buang sampah. Sedikit repot memang, tapi itu perlu karena menjaga kelestarian bumi tanggung jawab kita," ungkap Fatma panjang lebar.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next