Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Bisa lho selamatkan sungai lewat kebiasaan kecil di rumah

Bisa lho selamatkan sungai lewat kebiasaan kecil di rumah
Surabaya - KoPi | Menjelang Kongres Sungai Indonesia di Banjarnegara 31 Agustus mendatang, isu pemulihan peran sungai menjadi hangat. Salah satu permasalah sungai di Indonesia adalah terabaikannya kebersihan sungai. Sungai menjadi keranjang sampah bagi masyarakat Indonesia. Akibatnya, ekosistem sungai mati karena tertutup sampah.
 

Sungai dan sampah seakan menjadi suatu hal yang tak bisa dipisahkan di kota besar di Indonesia. Setiap kali kita menoleh ke arah sungai, ada saja sampah yang mengambang di atasnya. 

Disadari atau tidak, sampah yang menumpuk di sungai berasal dari rumah tangga. Kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya manajemen sampah yang baik membuat sungai menjadi korban. Padahal, menjaga dan melestarikan sungai menjadi tanggung jawab masyarakat luas.

"Masyarakat Indonesia itu masih belum sadar akan pentingnya manajemen sampah yang baik. Kita masih belum terbiasa memilah sampah mana yang bisa didaurulang dan mana yang bisa terurai alam," ucap Fatma Saifullah Yusuf, Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Jawa Timur.

Fatma mengungkapkan, tidak seperti di luar negeri yang sudah terbiasa memilah sampah, masyarakat Indonesia menganggap semua sampah mendapat perlakuan yang sama. Apalagi di Indonesia juga masih belum ada fasilitas yang memudahkan masyarakat membedakan mana sampah organik dan anorganik.

"Masyarakat kita masih belum terbiasa. Biarpun saat ini kita masih belum punya tempat sampah khusus organik dan anorganik, seharusnya kebiasaan membedakan sampah harus dimulai dari rumah. Misalnya di setiap ruangan kita beri dua tempat sampah, satu untuk sampah organik dan satu lagi untuk anorganik. Jadi kita tidak harus jalan jauh kalau mau buang sampah. Sedikit repot memang, tapi itu perlu karena menjaga kelestarian bumi tanggung jawab kita," ungkap Fatma panjang lebar.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next