Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Bisa lho selamatkan sungai lewat kebiasaan kecil di rumah

Bisa lho selamatkan sungai lewat kebiasaan kecil di rumah
Surabaya - KoPi | Menjelang Kongres Sungai Indonesia di Banjarnegara 31 Agustus mendatang, isu pemulihan peran sungai menjadi hangat. Salah satu permasalah sungai di Indonesia adalah terabaikannya kebersihan sungai. Sungai menjadi keranjang sampah bagi masyarakat Indonesia. Akibatnya, ekosistem sungai mati karena tertutup sampah.
 

Sungai dan sampah seakan menjadi suatu hal yang tak bisa dipisahkan di kota besar di Indonesia. Setiap kali kita menoleh ke arah sungai, ada saja sampah yang mengambang di atasnya. 

Disadari atau tidak, sampah yang menumpuk di sungai berasal dari rumah tangga. Kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya manajemen sampah yang baik membuat sungai menjadi korban. Padahal, menjaga dan melestarikan sungai menjadi tanggung jawab masyarakat luas.

"Masyarakat Indonesia itu masih belum sadar akan pentingnya manajemen sampah yang baik. Kita masih belum terbiasa memilah sampah mana yang bisa didaurulang dan mana yang bisa terurai alam," ucap Fatma Saifullah Yusuf, Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Jawa Timur.

Fatma mengungkapkan, tidak seperti di luar negeri yang sudah terbiasa memilah sampah, masyarakat Indonesia menganggap semua sampah mendapat perlakuan yang sama. Apalagi di Indonesia juga masih belum ada fasilitas yang memudahkan masyarakat membedakan mana sampah organik dan anorganik.

"Masyarakat kita masih belum terbiasa. Biarpun saat ini kita masih belum punya tempat sampah khusus organik dan anorganik, seharusnya kebiasaan membedakan sampah harus dimulai dari rumah. Misalnya di setiap ruangan kita beri dua tempat sampah, satu untuk sampah organik dan satu lagi untuk anorganik. Jadi kita tidak harus jalan jauh kalau mau buang sampah. Sedikit repot memang, tapi itu perlu karena menjaga kelestarian bumi tanggung jawab kita," ungkap Fatma panjang lebar.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next