Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Bila mediasi kedua gagal, Tim Panitikismo buat rekomendasi ke Pengageng Panitikismo

Bila mediasi kedua gagal, Tim Panitikismo buat rekomendasi ke Pengageng Panitikismo

Jogjakarta-KoPi| Ketidakhadiran Eka Aryawan pada undangan mediasi Jumat tanggal 2 Oktober 2015, tidak menyurutkan langkah membuka mediasi kedua kalinya. Mediasi kedua akan dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2015.

Namun Tim Panitikismo, Acil Suyanto menjadikan mediasi kedua sebagai upaya terakhir dari Panitikismo Kraton. Acil mengultimatum agar Eka Aryawan hadir dalam mediasi kedua nanti.

Bila pun nanti berhalangan hadir, Tim Panitikismo akan merapatkan hasil evaluasi dari kedua mediasi untuk mencari solusi terbaik. Tim panitikismo akan tetap membuat rekomendasi kepada Pengageng Panitikismo Kraton, KGPH Hadiwinoto.

“Kami akan buat rekomendasi kepada pengageng KGPH Hadiwinoto, beliau yang akan menentukan, kami kasih rekomendasi apa dengan saran-saran, bagi kedua belah pihak untuk menyelesaikan,” jelas Acil saat ditemui di kantor Panitikismo.

Upaya mediasi yang dilakukan oleh Tim Panitikismo bertujuan untuk mempertemukan kelima PKL dengan Eka Aryawan secara pribadi dengan tanpa didampingi oleh kuasa hukum.

“Agar mereka bisa bicara hati- ke hati,” ungkap Acil.

Sementara kuasa hukum Eka Aryawan, Onchan Poerba mengatakan Eka Aryawan dengan kelima PKL sering melakukan pertemuan. Onchan menampik pertemuan Eka Aryawan dengan kelima PKL hanya saat pengurusan di Polsek pada tahun 2011.

“Klien saya sejak awal, berkali-kali ketemu, ketemu kedua pihak bermusyawarah kelurahan di kecamatan, itu semua secara pribadi bisa ketemu,” jelas Onchan melalui telepon. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next