Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Bersamanya, ibu-ibu rumah tangga juga bisa ikut selamatkan bumi

Bersamanya, ibu-ibu rumah tangga juga bisa ikut selamatkan bumi
Surabaya - KoPi | Salah satu permasalahan sampah yang terjadi di kota besar adalah buruknya manajemen sampah. Sampah hanya dikumpulkan di satu lokasi. Makin lama terjadi penumpukan volume sampah dan lahan penampungan semakin kecil. Upaya pengurangan volume dengan cara dihancurkan masih tidak ramah lingkungan, seperti dibakar, justru menimbulkan masalah lingkungan baru.
 "Limbah padat seperti plastik sampai saat menjadi pembahasan hangat dalam setiap pertemuan lingkungan hidup. Limbah ini tidak bisa diurai tanah sehingga selalu menjadi ancaman bagi lingkungan," kata Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Jawa Timur Fatma Saifullah Yusuf.

Karena itu, salah satu cara yang paling efektif untuk mengurangi volume sampah adalah memanfaatkannya. Sampah padat bisa dijadikan karya seni yang indah dan bernilai jual tinggi.

Hal itu terlihat dalam Pelatihan Pengolahan Limbah Plastik yang diadakan Badan Kerjasama Organisasi Wanita Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur (30/7). Berbagai kerajinan dari plastik bekas, mulai dari vas, bunga, topi, patung, hingga lukisan mozaik. Pelatihan ini bertujuan mengurangi volume sampah dan ikut menjaga lingkungan, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Fatma mengatakan, peluang usaha dari pengolahan limbah plastik dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat. "Saya sangat kagum melihat lampu hias, tempat perhiasan, lukisan mozaik, tirai, dan kerajinan lain yang dapat dihasilkan dari bekas botol plastik," ungkap Fatma.

Menurut istri Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf ini, ibu rumah tangga dapat berperan dalam menyelamatkan bumi dengan memilah sampah sejak dari tingkat rumah tangga. Cara ini dapat membantu mengurangi volume sampah secara efektif. 

Sampah yang sejak awal dipisahkan antara sampah organik dan sampah yang bisa didaur ulang akan memudahkan pemulung untuk memilah dan menyetorkannya pada pusat daur ulang. Hal ini akan membantu mengurangi sampah yang menumpuk di TPA. Karenanya, Fatma mendorong agar ibu-ibu juga mulai memilah sampah sejak dari tingkat rumah tangga.

Fatma mengaku di rumahnya ia sudah melakukan pemilahan sampah sesuai dengan kategorinya. "Kalau tidak seperti itu kan kasihan pemulungnya, harus bongkar-bongkar tempat sampah," ujarnya.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next