Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Bahkan Riau minta PM Malaysia atasi bencana asap ...

Bahkan Riau minta PM Malaysia atasi bencana asap ...
KoPi| Bencana asap Riau yang saat ini terjadi semakin membawa situasi sangat buruk. 57.000 korban berjatuhan akibat gangguan pernapasan dikarenakan asap yang dihirup setiap hari. Sedikitnnya juga, 5 orang meninggal akibat bencana kemanusiaan kabut asap tersebut.

Lebih dari tiga minggu sekolah diliburkan, tidak ada aliran listrik, tidak ada oksigen, tidak ada penerbangan ke antar kota dan tidak ada pemandangan selain kabut asap yang tebal. Sangat mengerikan, seperti Genosida.

Peristiwa bencana kabut asap ini merupakan imbas atas kebakaran yang terjadi di ribuan titik di Indonesia. Kemunculan titik api itu disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya ialah pola cuaca yang tidak teratur.

Upaya pemerintah dalam menangani penurunan asap masih sangat minim. Bagaimana tidak, 1.563 titik api hanya dipadamkan oleh 7 helikopter dan pesawat water booming, serta tambahan satu casa hujan buatan dibantu dengan 1.594 personil TNI dan Polri. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah masih sangat tidak serius dalam menangani permasalahan kebakaran hutan di Indoonesia. Sebab ketimpangan personil dan bantuan masih sangat minim mengingat ribuan titik tersebut masing-masingnya terbakar luasan hektar.

Masyarakat Riau terus menagih pertolongan pemerintah dalam mengatasi bencana di daerahnya. Bagi masyarakat, pemerintah seperti membunuh 6,3 juta warga Riau secara perlahan. Berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam kelompok Melawan Asap bakal melakukan gugatan secara hukum.

Al Azhar selaku Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau mengatakan bahwa bencana asap di Riau saat ini merupakan hasil kejahatan yang merampas hak asasi manusia untuk memperoleh udara segar.

Tidak hanya itu, perekonmian, pendidikan dan sosial di Riau telah perlahan-lahan hilang disebabkan oleh bencana Asap.

Masyarakat meminta pemerintah untuk tetapkan asap Riau menjadi darurat bencana nasional pencemaran udara, dan juga meminta dunia internasional untuk membantu dalam proses pemadaman titik api.

Sebuah surat terbuka rakyat Riau bahkan meminta Perdana Menteri Malaysia untuk membantu warga Riau mengatasi bencana asapnya. Dalam surat yang ditulis oleh Hendri Marhadi, ia meminta agar PM  Najib Razak untuk membantu jutaan rakyat Riau terhindar dari penyakit ISPA dan kanker paru-paru. Ia juga meminta Najib untuk membantu dalam memudahkan biaya pengobatan. Terakhir dalam suratnya Hendri meminta Najib untuk memadamkan titik api yang menyebabkan bencana asap di Riau.

Ironis sekali, melihat Riau merupakan bagian dari negara Indonesia. Namun warganya harus mengemis bantuan pada negara lain menginat kondisi Riau yang sudah lagi sangat memperihatinkan. |Labibah|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next