Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Belajar kekompakan ke 'Gatot-Tiwul'

Belajar kekompakan ke 'Gatot-Tiwul'

Jogjakarta-KoPi| Masyarakat kini semakin melupakan nilai-nilai kearifan lokal. Apalagi kalangan remaja yang lebih akrab dengan dunia instan dan gadget. Fenomena itulah yang melatarbelakangi mahasiswa ISI jurusan Komunikasi Visual mengadakan pameran menghidupkan kembali kearifan lokal agar akrab dengan masyarakat sekarang.

Menurut ketua panitia Iqbal Alditio menagataka acara bertajuk pameran DKV ini awalnya tugas kuliah. Namun para mahasiswa sangat antusias menjadikannya acara mengkampnyekan kearifan lokal yang hampir luput dari kehidupan masyarakat.

“ Temanya tentang kearifan lokal, itu ada mocopat, mitoni, juga kuliner. Di sini ada 17 stand. Sebelum pameran kami, juga melakukan riset, ada yang ke kraton sampai ke Gunung Kidul, mencari permasalahnnya apa untuk dicari solusinya”, kata Iqbal.

Pameran DKV berlangsung di benteng Vredebug berlangsung selama empat hari sejak tanggal 1-4 Juni 2015. Pameran buka dari jam 08.00-21.00 WIB. Antusias pengunjung luar biasa  terlihat saat pembukaan pengunjung mencapai 1000 orang dari berbagai usia.


Stand Gatot Tiwul
Salah satu stand “Gatot Tiwul” di pameran DKV menyajikan produk ‘Gatot Tiwul’ makanan tradisional Jawa. Makanan gatot tiwul pernah menjadi makanan pokok nusantara saat masa penjajahan dahulu, namun setelah masa modern dengan adanya peredaran beras masyarakat beralih dengan mengkonsumsi beras.

Menurut salah satu tim Gatot Tiwul Annisa menuturkan gatot tiwul mengenalkan kembali makanan tradisional Indonesia dari kekayaan tanah Inodnesia. Selain itu gatot tiwul mempunyai filosofi Jawa.

“Gatot dalam bahasa jawa itu artinya gimbal tidak bisa tercerai berai, kan lengket ga bisa diuraikan, nah tiwul dari kata ‘setiti’ bahasa jawa artinya teliti , jadi gatot dan tiwul kalau digabungkan mereka bersatu. Tidak bisa tercerai berai”, kata Annisa.
Dalam konteks kekinian gatot tiwul mengandug nilai kebersamaan dan kekompakan. Sebagai maskot tim gatoto tiwul mengambil maskot semut yang melambangkan kebersamaan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next