Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Bappenas: Tingkat kemiskinan rakyat Indonesia meningkat

Bappenas: Tingkat kemiskinan rakyat Indonesia meningkat

Jogja-KoPi| Tingkat kemiskinan di Indonesia September 2015 meningkat menjadi 11,13 persen dibandingkan September 2014, yaitu sebesar 10,96 persen.

Berbagai faktor memicu peningkatan kemiskinan ini, diantaranya adalah kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), kenaikan harga kebutuhan pokok, tingkat upah harian buruh cenderung turun, dan penurunan daya beli rumah tangga sektor pertanian. TPT sendiri pada Agustus 2015 sebesar 6,18 %, lebih tinggi dibandingkan Agustus 2014 (5,91%).

Pertumbuhan ekonomi belum mampu menyediakan lapangan kerja sejumlah yang dibutuhkan. Kenaikan kebutuhan pokok terutama beras memberikan dampak yang signifikan dalam peningkatan kemiskinan di Indonesia. Harga beras mengalami kenaikan dari 10,0 %, padahal beras merupakan komponen terbesar dalam pembentukan Garis Kemiskinan Makanan (GKM).

Menurut Rahma Iryanti, Deputi kependudukan dan ketenagakerjaan Kementrian PPN/Bappenas, nominal buruh tani dan buruh industri yang menurun, terutama buruh tani 6,19 % di Sepetember 2014 menjadi 4,5 % di September 2015 yang lebih rendah daripada inflasi ini secara riil cenderung mengakibatkan daya beli menurun.

“Strategi pembangunan nasional untuk pemerataan yang dapat dilakukan yaitu melalui pertumbuhan inklusif dengan memaksimalkan potensi ekonomi, menyertakan sebanyak-banyaknya angkatan kerja, dan ramah keluarga miskin, Strategi pembangunan nasional untuk pemerataan perlu dilakukan dalam menghadapi kemiskinan dan ketimpangan yang ada di Indonesia,” tutur Rahma Iryanti, Deputi kependudukan dan ketenagakerjaan Kementrian PPN/Bappenas.

Strategi tersebut dapat dicapai dengan memperbesar lapangan kerja berkualitas dan investasi padat karya, memberikan perhatian khusus terhadap akses usaha mikro dan kecil, mendorong tumbuh kembangnya jumlah wirausaha baru, memperkuat basis perekonomian perdesaan, pemenuhan pelayanan dasar masyarakat terbawah, mengurangi beban pendduk miskin/rentan.

Menurut Rahma Iryanti, memberikan perhatian khusus terhadap akses usaha mikro dan kecil, mendorong tumbuh kembangnya jumlah wirausaha baru, memperkuat basis perekonomian perdesaan, merupakan sebuah cara yang dapat digunakan untuk menggerakkan usaha kelompok masyarakat. Mengingat anak muda Indonesia memiliki kreatifitasan yang tinggi dalam hal usaha.

Sedangkan, pengurangan beban penduduk miskin yang sudah dilakukan oleh pemerintah saat ini. perlu adanya target-target tertentu sehingga program ini berjalan lebih baik lagi.

“Pengurangan beban penduduk miskin yang sudah dilakukan seperti melalui bantuan BLT, raskin, kesehatan, dan pendidikan, perlu ada target sehingga akan menjadi lebih baik,” papar Rahma Iryanti.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next