Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Banyak hotel di Jogja tak punya lahan parkir

nul.is nul.is

Yogyakarta-KoPi| Menurut data tahun 2013 (Tribunnews), jumlah hotel di Yogyakarta mencapai 1.160. Jumlah tersebut belum termasuk data hotel yang memiliki IMB. Sedangkan data dari Dinas Perijinan Kota Yogyakarta hingga tutup buku 2014 ini telah mengeluarkan 1.100 IMB.

Menjamurnya hotel di Yogyakarta merupakan angin positif untuk pertumbuhan investasi. Nah, dengan tumbuh suburnya hotel ini membawa banyak dampak. Bagi pengamat layanan publik UGM Prof. Agus Pramusinto kehadiran hotel membawa dilematis.

“Saya tidak menolak hotel tapi yang perlu dipertimbagkan, hotel yang dibangun tidak mengganggu lalu lintas, soalnya banyak hotel yang tidak memiliki lahan parkir. Selain itu hotel juga banyak menggusur lahan. Di sinilah peran instansi perijinan bermain. Pihak dinas memang harus mempermudah perijinan tapi di sisi lain, dinas juga sebagai kontrol”, jelasnya.

Tambahan juga disampaikan oleh pengamat kebijakan publik UGM, DR. Ely Santoso, “Semua pembangunan di Yogyakarta harus kembali lagi pada plan tata kota Yogyakarta yang telah dibuat. Jangan sampai pembangunan hotel atau bangunan lainnya keluar dari roh Jogja sendiri”, sarannya.

Mengenai hal ini posisi dinas tetap berada pada peraturan yang berlaku. Hotel memang banyak menadatangkan tamu. Pendiriannya melalui beberapa tahap. Pertama memiliki advis planning tentang informasi tentang tata ruang kota, misal ke birokrasi A menyetujui pembangunannya.

“Kalau tata ruangnya di daerah perdagangan dan jasa boleh. Tetapi kalau tata ruangnya di daerah perumahan didirikan hotel butuh pertimbangan lagi. Selain itu juga ada pertimbangan dampak lingkungan yang mendapatkan rekomendasi dari BLH (Badan Lingkungan Hidup), jelas kepala bidang pelayanan Dinas Perijinan Kota Yogyakarta, Setiono. |Winda Efanur FS|

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next