Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Banyak hotel di Jogja tak punya lahan parkir

nul.is nul.is

Yogyakarta-KoPi| Menurut data tahun 2013 (Tribunnews), jumlah hotel di Yogyakarta mencapai 1.160. Jumlah tersebut belum termasuk data hotel yang memiliki IMB. Sedangkan data dari Dinas Perijinan Kota Yogyakarta hingga tutup buku 2014 ini telah mengeluarkan 1.100 IMB.

Menjamurnya hotel di Yogyakarta merupakan angin positif untuk pertumbuhan investasi. Nah, dengan tumbuh suburnya hotel ini membawa banyak dampak. Bagi pengamat layanan publik UGM Prof. Agus Pramusinto kehadiran hotel membawa dilematis.

“Saya tidak menolak hotel tapi yang perlu dipertimbagkan, hotel yang dibangun tidak mengganggu lalu lintas, soalnya banyak hotel yang tidak memiliki lahan parkir. Selain itu hotel juga banyak menggusur lahan. Di sinilah peran instansi perijinan bermain. Pihak dinas memang harus mempermudah perijinan tapi di sisi lain, dinas juga sebagai kontrol”, jelasnya.

Tambahan juga disampaikan oleh pengamat kebijakan publik UGM, DR. Ely Santoso, “Semua pembangunan di Yogyakarta harus kembali lagi pada plan tata kota Yogyakarta yang telah dibuat. Jangan sampai pembangunan hotel atau bangunan lainnya keluar dari roh Jogja sendiri”, sarannya.

Mengenai hal ini posisi dinas tetap berada pada peraturan yang berlaku. Hotel memang banyak menadatangkan tamu. Pendiriannya melalui beberapa tahap. Pertama memiliki advis planning tentang informasi tentang tata ruang kota, misal ke birokrasi A menyetujui pembangunannya.

“Kalau tata ruangnya di daerah perdagangan dan jasa boleh. Tetapi kalau tata ruangnya di daerah perumahan didirikan hotel butuh pertimbangan lagi. Selain itu juga ada pertimbangan dampak lingkungan yang mendapatkan rekomendasi dari BLH (Badan Lingkungan Hidup), jelas kepala bidang pelayanan Dinas Perijinan Kota Yogyakarta, Setiono. |Winda Efanur FS|

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next