Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Banyak hotel di Jogja tak punya lahan parkir

nul.is nul.is

Yogyakarta-KoPi| Menurut data tahun 2013 (Tribunnews), jumlah hotel di Yogyakarta mencapai 1.160. Jumlah tersebut belum termasuk data hotel yang memiliki IMB. Sedangkan data dari Dinas Perijinan Kota Yogyakarta hingga tutup buku 2014 ini telah mengeluarkan 1.100 IMB.

Menjamurnya hotel di Yogyakarta merupakan angin positif untuk pertumbuhan investasi. Nah, dengan tumbuh suburnya hotel ini membawa banyak dampak. Bagi pengamat layanan publik UGM Prof. Agus Pramusinto kehadiran hotel membawa dilematis.

“Saya tidak menolak hotel tapi yang perlu dipertimbagkan, hotel yang dibangun tidak mengganggu lalu lintas, soalnya banyak hotel yang tidak memiliki lahan parkir. Selain itu hotel juga banyak menggusur lahan. Di sinilah peran instansi perijinan bermain. Pihak dinas memang harus mempermudah perijinan tapi di sisi lain, dinas juga sebagai kontrol”, jelasnya.

Tambahan juga disampaikan oleh pengamat kebijakan publik UGM, DR. Ely Santoso, “Semua pembangunan di Yogyakarta harus kembali lagi pada plan tata kota Yogyakarta yang telah dibuat. Jangan sampai pembangunan hotel atau bangunan lainnya keluar dari roh Jogja sendiri”, sarannya.

Mengenai hal ini posisi dinas tetap berada pada peraturan yang berlaku. Hotel memang banyak menadatangkan tamu. Pendiriannya melalui beberapa tahap. Pertama memiliki advis planning tentang informasi tentang tata ruang kota, misal ke birokrasi A menyetujui pembangunannya.

“Kalau tata ruangnya di daerah perdagangan dan jasa boleh. Tetapi kalau tata ruangnya di daerah perumahan didirikan hotel butuh pertimbangan lagi. Selain itu juga ada pertimbangan dampak lingkungan yang mendapatkan rekomendasi dari BLH (Badan Lingkungan Hidup), jelas kepala bidang pelayanan Dinas Perijinan Kota Yogyakarta, Setiono. |Winda Efanur FS|

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next