Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Bank syariah, antara tantangan dan peluang

Bank syariah, antara tantangan dan peluang

Jogjakarta-KoPi| Pangsa pasar industri keungan syariah di Indonesia masih relatif kecil bila dibandingakan dengan bank konvensional. Perbandingan berkisar 4,9 % untuk perbankan syariah, 4,5 % untuk NAB Reksa Dana Syariah, 3,2% untuk nilai obligasi syariah dan 3,1% untuk IKNB syariah.

Dalam rangking dunia 20 besar perbankan syariah, Indonesia menempati urutan ke 9 dengan aset USD 35, 629. Untuk posisi pertama Malaysia (USD 423,285), disusul Arab Saudi (USD 338,106), dan Iran dipoisis ketiga (USD 323,300).

Menurut anggota Otoritas Jasa Keungan DIY (OJK), Fikiri Ausyah, kondisi ini menjadi tantangan dan peluang ke depan bagi perbankan syariah. Gerakan tumbuhnya pebankan syaraih terletak pada masyarakat. Berbeda dengan Timur Tengah didorong oleh petrodollars dan Malaysia didukung penuh oleh pemerintahannya.

“ Industri keuangan syariah perlu terus didorong untuk terus tumbuh dan meningkatkan daya saing. Membutuhkan koordinasi integrasi dan sinergi otoritas, pemerintah, MUI, dan para pemangku kepentingan”, jelasnya saat menjadi pembicara di seminar pasar modal syariah di FEB UGM pukul 10.00 WIB.

Tantangan lain dari perbankan syariah kurangnya SDM syariah yang berkompeten. Hasil riset perbankan syariah. Pada tahun 2013 perbankan syariah ada 26 ribu karyawan. Pada unit usaha syariah ada 11,5 ribu karyawan, dan BPR syariah 4,8 ribu karyawan.

“Angka yang terus tumbuh kesulitan untuk memenuhi SDM syariah membutuhkan 6.700 orang setiap tahun”, ujar Fikri.
Fikri menambahkan beberapa perbankan syraiah masih mengabaikan nilai-nilai syariah prinsip. Prinsip tersebut harus ditanamkan kembali dalam segala aktivitas syariah.  

SDM syariah harus dengan memahami nilai-nilai moral. Kita menghindari gharar atau transaksi yang mengandung tipuan, mayshir unsur spekulatif, dan dzalim menganiaya pihak yang bertransaksi”, kata Fikri.
|Winda Efanur FS|

Perbandingan keuangan 2014
Bank Syariah VS Bank Konvensional


 

   

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next