Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Bank syariah, antara tantangan dan peluang

Bank syariah, antara tantangan dan peluang

Jogjakarta-KoPi| Pangsa pasar industri keungan syariah di Indonesia masih relatif kecil bila dibandingakan dengan bank konvensional. Perbandingan berkisar 4,9 % untuk perbankan syariah, 4,5 % untuk NAB Reksa Dana Syariah, 3,2% untuk nilai obligasi syariah dan 3,1% untuk IKNB syariah.

Dalam rangking dunia 20 besar perbankan syariah, Indonesia menempati urutan ke 9 dengan aset USD 35, 629. Untuk posisi pertama Malaysia (USD 423,285), disusul Arab Saudi (USD 338,106), dan Iran dipoisis ketiga (USD 323,300).

Menurut anggota Otoritas Jasa Keungan DIY (OJK), Fikiri Ausyah, kondisi ini menjadi tantangan dan peluang ke depan bagi perbankan syariah. Gerakan tumbuhnya pebankan syaraih terletak pada masyarakat. Berbeda dengan Timur Tengah didorong oleh petrodollars dan Malaysia didukung penuh oleh pemerintahannya.

“ Industri keuangan syariah perlu terus didorong untuk terus tumbuh dan meningkatkan daya saing. Membutuhkan koordinasi integrasi dan sinergi otoritas, pemerintah, MUI, dan para pemangku kepentingan”, jelasnya saat menjadi pembicara di seminar pasar modal syariah di FEB UGM pukul 10.00 WIB.

Tantangan lain dari perbankan syariah kurangnya SDM syariah yang berkompeten. Hasil riset perbankan syariah. Pada tahun 2013 perbankan syariah ada 26 ribu karyawan. Pada unit usaha syariah ada 11,5 ribu karyawan, dan BPR syariah 4,8 ribu karyawan.

“Angka yang terus tumbuh kesulitan untuk memenuhi SDM syariah membutuhkan 6.700 orang setiap tahun”, ujar Fikri.
Fikri menambahkan beberapa perbankan syraiah masih mengabaikan nilai-nilai syariah prinsip. Prinsip tersebut harus ditanamkan kembali dalam segala aktivitas syariah.  

SDM syariah harus dengan memahami nilai-nilai moral. Kita menghindari gharar atau transaksi yang mengandung tipuan, mayshir unsur spekulatif, dan dzalim menganiaya pihak yang bertransaksi”, kata Fikri.
|Winda Efanur FS|

Perbandingan keuangan 2014
Bank Syariah VS Bank Konvensional


 

   

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next