Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Balai Latihan Kerja perlu memperkaya jenis pelatihannya

Balai Latihan Kerja perlu memperkaya jenis pelatihannya

Sleman-KoPi|Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Sonny Sumarsono menyayangkan cara kerja pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) pemerintah kepada masyarakat saat ini.

Balai Latihan Kerja sendiri adalah prasarana dan sarana tempat pelatihan untuk mendapatkan keterampilan atau tempat pendalaman keahlian individu dibidangnya masing-masing.

Dulu, BLK ini berada dibawah naungan Menteri Tenaga Kerja RI namun sekarang Balai Latihan Kerja (BLK) atau BLK Daerah (BLKD) saat ini berada di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Tenaga Kerja di masing-masing daerah di Indonesia.

Sonny pun mengungkapkan bahwa output dari BLK saat ini stagnan selalu mengarah ke peningkatan sektor kerajinan masyarakat saja.

"Seharusnya tidak semua Balai Latihan Kerja ini mengarah ke kerajinan tapi peningkatan ke berbagai kemampuan. Namun kenyataan rata-rata BLK meningkatkan pada kerajinan, seperti pembuat bangunan, merakit motor dan lain-lain,"ujarnya saat mengisi Workshop FISIPOL UGM di Hotel East Parc, Selasa (29/8).

Padahal dalam menyambut bonus demografi 2025-2035, Sonny mengatakan kemungkinan tren pencarian pekerjaan akan berubah dan tidak melulu mengandalkan sektor kerajinan.

Ia pun mengkhawatirkan pada tahun terjadinya bonus demografi, BLK tidak mampu menyiapkan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

"Sehingga yang dikhawatirkan saat Bonus demografi nanti,70% penduduk Indonesia yang memiliki produkifitas tinggi namun mereka justru mengganggur,"ucapnya

Sonny menyarankan kepada pemerintah dalam menerapkan BLK ini perlu memperhatikan tren serta permintaan pekerjaan agar tidak berhenti pada sektor kerajinan. Seiring berjalannya waktu,pencarian pekerjaan mulai mengedepankan kemodernitas dan teknologi.

"Pada tahun 2035 trennya akan berbebda,sehingg pada seharusnya BLK berubah arah menjadi lebih modern,"tandasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next