Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Balai Latihan Kerja perlu memperkaya jenis pelatihannya

Balai Latihan Kerja perlu memperkaya jenis pelatihannya

Sleman-KoPi|Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Sonny Sumarsono menyayangkan cara kerja pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) pemerintah kepada masyarakat saat ini.

Balai Latihan Kerja sendiri adalah prasarana dan sarana tempat pelatihan untuk mendapatkan keterampilan atau tempat pendalaman keahlian individu dibidangnya masing-masing.

Dulu, BLK ini berada dibawah naungan Menteri Tenaga Kerja RI namun sekarang Balai Latihan Kerja (BLK) atau BLK Daerah (BLKD) saat ini berada di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Tenaga Kerja di masing-masing daerah di Indonesia.

Sonny pun mengungkapkan bahwa output dari BLK saat ini stagnan selalu mengarah ke peningkatan sektor kerajinan masyarakat saja.

"Seharusnya tidak semua Balai Latihan Kerja ini mengarah ke kerajinan tapi peningkatan ke berbagai kemampuan. Namun kenyataan rata-rata BLK meningkatkan pada kerajinan, seperti pembuat bangunan, merakit motor dan lain-lain,"ujarnya saat mengisi Workshop FISIPOL UGM di Hotel East Parc, Selasa (29/8).

Padahal dalam menyambut bonus demografi 2025-2035, Sonny mengatakan kemungkinan tren pencarian pekerjaan akan berubah dan tidak melulu mengandalkan sektor kerajinan.

Ia pun mengkhawatirkan pada tahun terjadinya bonus demografi, BLK tidak mampu menyiapkan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

"Sehingga yang dikhawatirkan saat Bonus demografi nanti,70% penduduk Indonesia yang memiliki produkifitas tinggi namun mereka justru mengganggur,"ucapnya

Sonny menyarankan kepada pemerintah dalam menerapkan BLK ini perlu memperhatikan tren serta permintaan pekerjaan agar tidak berhenti pada sektor kerajinan. Seiring berjalannya waktu,pencarian pekerjaan mulai mengedepankan kemodernitas dan teknologi.

"Pada tahun 2035 trennya akan berbebda,sehingg pada seharusnya BLK berubah arah menjadi lebih modern,"tandasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next