Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next
Amanullah Ginanjar Wicaksono

Amanullah Ginanjar Wicaksono

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. Website URL: http://https://www.facebook.com/hinji

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banyak Investasi India di Jatim

Pakde Karwo dan Dubes RI untuk India bersama salah satu pengusaha India Ketua Kadin Surabaya dan Bupati Sidoarjo saat East Java Business Forum Meeting di Taj Mahal Hotel New Delhi India

New Delhi-KoPi| Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo berharap melaui kunjungannya ke India, investasi India di Jawa Timur akan meningkat. Demikian pula, neraca perdagangan Jawa Timur-India, khususnya akan tercapai keseimbangan ekspor-impor dua wilayah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Pakde Karwo saat memberikan sambutan pada acara "East Java Business Forum Meeting" di Taj Mahal Hotel, New Delhi, India, Selasa (10/4).

Keunggulan India di banyak hal seperti tekstil, otomotif, dan digitalisasi, tambah Pakde Karwo, diyakininya juga akan dapat lmenaikkan daya saing Jawa Timur. Jatim sendiri saat ini mengembangkan sebagai smart province, yang dicapai melalui smart goverment, smart industri, dan ekonomi.

Smart goverment, lanjutnya, dicapai melalui penyediaan informasi dan data serta pelayanan publik berbasis teknologi, dan industri serta ekonomi melalui terwujudnya usaha kecil dan menengah agar lebih efisien.

Untuk industri, dilakukan penggenjotan industri manufaktur terutama industri pengolahan sebagai sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDR. Saat ini, telah beroperasi 10 kawasan industri dengan 4 buah diantaranya langsung memberikan kemudahan langsung konstruksi, yaitu kawasan industri JIIPE, Tuban, Maspion, dan save and lock. Saat ini 9 buah kawasan industri 31.584 ha sedang dilakukan pembangunan, seperti di Bangkalan, Malang, Banyuwangi. Selain itu, juga dalam proses dikembangkan kawasan ekonomi khusus dengan fokus pariwisata, yaitu di Singosari Malang dan Trenggalek.

Terkait investasi India di Jatim, dijelaskan Gubernur Pakde Karwo tercatat senilai US$ 792.369,92 ribu dengan total 67 proyek. Beberapa sektor investasi pengusaha India di Jatim meliputi metal, mesin dan elektronik, perdagangan dan reparasi, serta industri makanan dan minuman.

Sementara itu, ekspor Jatim ke India, khususnya pengolahan logam berkontribusi 88,8% dari nilai total ekspor Jatim ke India. Ekspor Jatim sendiri ke India sebesar US $ 585,59 juta pada tahun 2017.

Perdagangan dengan India, jelas Pakde Karwo, Jatim tercatat defisit, yang oleh karena itu perlu diseimbangkan. Untuk itu, Pemprov. Jatim memberikan empat jaminan kemudahan bagi para pebisnis India yang mau berinvestasi dan berbisnis di Jatim, yaitu fasilitasi perijin, ketersediaan tenaga trampil, pengadaan tanah, dan kecukupan energi listrik. "Politik dan keamanan di Jatim senantiasa stabil, dan menjadi barometer nasional," ujarnya.

Satu Provinsi Terbesar

Sementara itu, dalam sambutannya, Dubes RI di New Delhi Sidharto Reza Suryodipuro mengatakan dukungannya agar para pengusaha India untuk lebih banyak melakukan investasi dan bisnis di Jatim. "Ini tidak terlepas dari posisi Jawa Timur sebagai satu diantara provinsi penting dan terbesar di Indonesia," ujarnya.

Ditambahkan, peningkatan investasi dan perdagangan tersebut sangat dimungkinkan karena didukung hubungan baik antar dua negara, termasuk politik. Presiden RI, misalnya, telah dua kali melakukan kunjunga ke india. Demikian pula, berbagai high level pejabat dua belah pihak seperti menteri persagagangan, pariwisata telah saling mengunjungi.

Ekspor Indonesia ke India pada tahun 2017 mencapai nilai tertinggi selama ini, mencapai US $24 billion. Juga, kunjungan wisatawan India tahun 2017 lalu mencapai 500 ribu atau tumbuh 25% dibanding tahun sebelumnya.

Hadir dalam kegiatan bussiness forum ini antara lain para pengusaha India di bidang kesehatan, telekomunikasi, infrastruktur, serta industri makanan dan minuman. Sementara, delegasi Jatim diantaranya, Kadis Penanaman Modal dan PTSP, Kadisperindag. Prov. Jatim, Kadis ESDM Prov. Jatim, dan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.(Humaspemprov Jatim/Gd).

Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Presiden Joko Widodo Berbincang dengan Gubernur Jatim dalam Rakernas APPSI di Bandung

Bandung-KoPi| Perdagangan antar daerah yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Timur menjadi best practice bagi provinsi lain. Untuk itu, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo (Pakde Karwo), mewakili para gubernur, diberikan kesempatan menyampaikan ide-idenya terkait perdagangan antar daerah dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional/Rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2018 di Trans Luxury Hotel Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/2) sore.

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Gubernur Jatim Dr H Soekarwo hadiri sekaligus menjadi narasumber saat acara Rapim Kodam V Brawijaya TA 2018 di Balai Prajurit 3
Surabaya-KoPi| Suasana aman dan nyaman menjadi bagian penting dalam pembangunan di Jatim. Alasannya, keduanya merupakan suatu proses awal untuk melakukan pembangunan.

“Jika suasana aman dan nyaman tercapai, maka pembangunan berjalan lancar. Imbasnya, masyarakat makin meningkat kesejahteraannya, investor pun tertarik berinvestasi di Jatim,” ujar Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat menghadiri Rapim Kodam V/Brawijaya TA 2018 di Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya Surabaya, Selasa (20/2) siang.

Bahkan, menurut orang nomor satu di Jatim ini, suasana aman dan nyaman mampu menciptakan semua peningkatan di Jatim, baik pembangunan bidang sosial, ekonomi, hukum, maupun politik. Untuk itu, Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim menyampaikan ucapan terimakasih kepada aparat keamanan yang telah menjaga situasi kondusif di Jawa Timur, diantaranya karena peran aktif jajaran Kodam V Brawijaya.

“Terima kasih atas partisipasi dari Kodam V Brawijaya yang mampu menciptakan suasana aman dan nyaman di Jatim,” ujar Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim sambil mengatakan peran Kodam V Brawijaya, diantaranya bersama Pemprov Jatim menerapkan sinergi tiga pilar plus. Melalui tiga pilar plus ini dapat mengantisipasi konflik atau sebagai upaya deteksi dini. Sinergi mulai dari kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa melalui Babinsa, Babinkamtibmas, dan lurah/kepala desa.

Ditambahkan, kondisi aman dan nyaman tersebut telah mewujudkan tercapainya pembangunan ekonomi Jatim, yang mampu tumbuh sebesar 5,45 persen tahun 2017 di atas rata-rata nasional. Sedangkan pada pembangunan sosial, sepertiga penurunan tingkat kemiskinan nasional merupakan kontribusi Jatim.

Sementara pembangunan bidang keamanan dibangun dengan harmoni melalui trisula pembangunan desa. Trisula pembangunan desa melibatkan pemerintahan daerah, TNI/Polri, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. Dampaknya, jumlah tindak kejahatan, angka kriminalitas dan demo di Jatim cenderung mengalami penurunan.

Agar Ikut Berperan dalam Sektor Pertanian

Selain terus menjaga suasana aman dan nyaman, Pakde Karwo juga berharap kepada jajaran Kodam V Brawijaya ikut berperan dalam meningkatkan sektor pertanian, utamanya mewujudkan swasembada pangan melalui pemanfaatan sumber daya sesuai kapasitas yang dimiliki. Sebab, pencapaian swasembada pangan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peran tersebut, lanjut Pakde Karwo, sesuai dengan perintah Presiden RI saat Apel Dandim-Danrem 2014 di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah terkait keterkaitan TNI AD dalam program Upaya Khusus (Upsus) untuk percepatan swasembada pangan.

Diingatkan Pakde Karwo, dalam mengelola pertanian hendaknya dilakukan dengan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi petani. Pertimbangannya, jumlah petani di Jatim mencapai sebesar 29,69 persen dari struktur tenaga kerja Jatim, sedangkan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB hanya sebesar 12,08 persen.

Rapim yang bertema “Dengan Dilandasi Jiwa Kesatria, Militan, Loyal, Profesional, Modern dan Kemanunggalan dengan Rakyat Kodam V/Brawijaya Siap Melaksanakan Tugas Pokok TNI AD” diikuti sebanyak 121 orang oepala satuan di jajaran TNI AD di Jatim, diantaranya para komandan korem dan komandan kodim di Jawa Timur. (Humaspemprov Jatim/Gd)

Subscribe to this RSS feed

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next