Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Asal beras plastik belum jelas, waspada isu kepentingan

Asal beras plastik belum jelas, waspada isu kepentingan

Jogjakarta-KoPi| Peredaran beras plastik selamaa dua minggu terakhir meresahkan masyarakat khususnya Jawa. Sementara dugaan asal beras plastik masih menjadi perbincangan yang hangat. Namun belum memiliki kepastian sumber yang jelas.Seperti yang diungkapkan oleh  kepala bidang perdagangan, Eko Wiyoto santernya berita nasional tentang beras plastik hingga proses pembuatannya baru dugaan sementara.

“Berita nasioanl tentang beras plastik baru dugaan, bahkan beredar dari WA proses pembuatan beras plastik, kemungkinan itu dari pembuatan biji plastik, tetapi ya baru kemungkinan”, kata Eko. Secara pasti Eko belum mengetahui asal dari beras plastik. Bahkan dirinya meragukan kebenaran dari berita beras plastik yang beredar.“Ada atau tidak beras plastik, kita tidak menyebutkan asalnya dari negara tertentu, soalnya mereka akan menuntut, sebelum terbukti, dan terindikasi, kami belum berani mengatakan secara resmi”, kata Eko.

Eko menambahkan dinas perdagangan mulai Januari hingga Juni sekarang pemerintah belum melakukan impor beras. Bila ada temuan beras termasuk beras ilegal.

“ Kok malah ini dikatakan beras datangnya dari impor, misal terindikasi, ini dipatahka dari prosedur impor. Mungkin ini datang dari plabuhan kecil, yang mungkin tidak ada ijin impornya. Kemungkinan datang dari pelabuhan tidak resmi”, kata Eko.
Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Divisi Regional Perum Bulog DIY, Langgeng Wisnu Adinugroho, dia mengaku belum mengetahu pasti asal beras plastik.

“Tahun 2014 itu, kita ada impor sedikit berapa ratus itu juga dari Thailand dan Vietnam jadi agak aneh, kalau dari China, kalau pemerintah Bulog ya ambil yang (negaranya) deket harganya murah. Ijin impor beras kan ke Bulog semua, kalau masuk (beras) itu pasti ilegal”, tegas Langgeng.

Sementara Langgeng menghimbau kepada masyrakat tidak resah terhadap isu beras palstik. Pasalnya ada kemungkinan beras plastik didesain untuk kepentingan politik perdagangan tertentu.|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next