Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Asal beras plastik belum jelas, waspada isu kepentingan

Asal beras plastik belum jelas, waspada isu kepentingan

Jogjakarta-KoPi| Peredaran beras plastik selamaa dua minggu terakhir meresahkan masyarakat khususnya Jawa. Sementara dugaan asal beras plastik masih menjadi perbincangan yang hangat. Namun belum memiliki kepastian sumber yang jelas.Seperti yang diungkapkan oleh  kepala bidang perdagangan, Eko Wiyoto santernya berita nasional tentang beras plastik hingga proses pembuatannya baru dugaan sementara.

“Berita nasioanl tentang beras plastik baru dugaan, bahkan beredar dari WA proses pembuatan beras plastik, kemungkinan itu dari pembuatan biji plastik, tetapi ya baru kemungkinan”, kata Eko. Secara pasti Eko belum mengetahui asal dari beras plastik. Bahkan dirinya meragukan kebenaran dari berita beras plastik yang beredar.“Ada atau tidak beras plastik, kita tidak menyebutkan asalnya dari negara tertentu, soalnya mereka akan menuntut, sebelum terbukti, dan terindikasi, kami belum berani mengatakan secara resmi”, kata Eko.

Eko menambahkan dinas perdagangan mulai Januari hingga Juni sekarang pemerintah belum melakukan impor beras. Bila ada temuan beras termasuk beras ilegal.

“ Kok malah ini dikatakan beras datangnya dari impor, misal terindikasi, ini dipatahka dari prosedur impor. Mungkin ini datang dari plabuhan kecil, yang mungkin tidak ada ijin impornya. Kemungkinan datang dari pelabuhan tidak resmi”, kata Eko.
Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Divisi Regional Perum Bulog DIY, Langgeng Wisnu Adinugroho, dia mengaku belum mengetahu pasti asal beras plastik.

“Tahun 2014 itu, kita ada impor sedikit berapa ratus itu juga dari Thailand dan Vietnam jadi agak aneh, kalau dari China, kalau pemerintah Bulog ya ambil yang (negaranya) deket harganya murah. Ijin impor beras kan ke Bulog semua, kalau masuk (beras) itu pasti ilegal”, tegas Langgeng.

Sementara Langgeng menghimbau kepada masyrakat tidak resah terhadap isu beras palstik. Pasalnya ada kemungkinan beras plastik didesain untuk kepentingan politik perdagangan tertentu.|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next