Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Asal beras plastik belum jelas, waspada isu kepentingan

Asal beras plastik belum jelas, waspada isu kepentingan

Jogjakarta-KoPi| Peredaran beras plastik selamaa dua minggu terakhir meresahkan masyarakat khususnya Jawa. Sementara dugaan asal beras plastik masih menjadi perbincangan yang hangat. Namun belum memiliki kepastian sumber yang jelas.Seperti yang diungkapkan oleh  kepala bidang perdagangan, Eko Wiyoto santernya berita nasional tentang beras plastik hingga proses pembuatannya baru dugaan sementara.

“Berita nasioanl tentang beras plastik baru dugaan, bahkan beredar dari WA proses pembuatan beras plastik, kemungkinan itu dari pembuatan biji plastik, tetapi ya baru kemungkinan”, kata Eko. Secara pasti Eko belum mengetahui asal dari beras plastik. Bahkan dirinya meragukan kebenaran dari berita beras plastik yang beredar.“Ada atau tidak beras plastik, kita tidak menyebutkan asalnya dari negara tertentu, soalnya mereka akan menuntut, sebelum terbukti, dan terindikasi, kami belum berani mengatakan secara resmi”, kata Eko.

Eko menambahkan dinas perdagangan mulai Januari hingga Juni sekarang pemerintah belum melakukan impor beras. Bila ada temuan beras termasuk beras ilegal.

“ Kok malah ini dikatakan beras datangnya dari impor, misal terindikasi, ini dipatahka dari prosedur impor. Mungkin ini datang dari plabuhan kecil, yang mungkin tidak ada ijin impornya. Kemungkinan datang dari pelabuhan tidak resmi”, kata Eko.
Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Divisi Regional Perum Bulog DIY, Langgeng Wisnu Adinugroho, dia mengaku belum mengetahu pasti asal beras plastik.

“Tahun 2014 itu, kita ada impor sedikit berapa ratus itu juga dari Thailand dan Vietnam jadi agak aneh, kalau dari China, kalau pemerintah Bulog ya ambil yang (negaranya) deket harganya murah. Ijin impor beras kan ke Bulog semua, kalau masuk (beras) itu pasti ilegal”, tegas Langgeng.

Sementara Langgeng menghimbau kepada masyrakat tidak resah terhadap isu beras palstik. Pasalnya ada kemungkinan beras plastik didesain untuk kepentingan politik perdagangan tertentu.|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next