Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Arsitektur pedoman membangun" budaya dan alam"

Arsitektur pedoman membangun" budaya dan alam"

Jogjakarta-KoPi| Arsitektur hasil perkawinan antara kebudayaan dan alam. Kelestarian arsitektur wujud keberlanjutan budaya dan alam. Namun seiringnya pembangunan khusus perkotaan kerap mengabaikan kedua aspek tersebut. Permasalahannya arsitektur seringkali dihadapkan pada desain pesanan pemikirya.

Ada kecenderungan untuk memisahkan desain yang berorientasi ke masa depan dengan masa lalu. Guna menselaraskan perlu penghayatan terhadap persolalan hidup, budaya maupun ruang arsitektur.

Keresahan itulah yang sekilas melatarbekangi workshop arsitektur SCAN#6 : 2105 bertajuk “ Finding the Fifth Element.. After Water, Earth, Wind, and Fire” pukul 09.00 WIB di Universitas Atma Jaya.

Melalui tema diharapkan mampu mengungkap makna arsitektur dari sudut pandang peneliti agar tidak berseberangan dengan disiplin ilmu lainnya. Penggalian lebih dalam tema mengarahkan untuk refinding the fifth element, berupa energi dasyat membangun arsitektur yakni dengan cinta.

Salah satu keynote speaker budayawan Romo Mudji Sutrisno, SJ memberikan tawaran konsep arsitektur pembangunan. Melalui makalahnya “Tesis-Tesis Strategi Kebudayaan” menjelaskan arsitektur berlandaskan pada komunikasi manusia dengan alam.

Komunikasi yang dibangun ibarat bunyi bahasa sebagai hasil artikulasi ruang-bangunan, bangunan- alam, dan manusia-alam.  Konsep, prinsip dan kearifan lokal perlu tetap diyakini sebagai pemandu perjalanan dalam konsep kearifan lokal.

“Konsep, prinsip dan kearifan lokal akan menjadi paugeran masyarakat khususnya arsitek tanpa mengindahkan peran ilmu modern dalam dinamika kebutuhan pemukiman”, paparnya.

|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next