Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Antisipasi banjir buruk, warga malah nonton 'EWS' tanda bahaya

Antisipasi banjir buruk, warga malah nonton 'EWS' tanda bahaya

Jogjakarta-KoPi| Badan Penanggulangan bencana daerah DIY segera memperbaiki tanggul atau talut di Blunyah Gede, Mlati, Sleman yang ambrol karena hujan deras Rabu lalu. rusaknya infrastruktur seperti talut karena kondisinya yang telah lapuk dimakan usia.

Menurut kepala BPBD DIY, Agus Winarto mengatakan tengah berkoordinasi lanjutan dengan SKPD terkait. Seperti perbaikan infrastruktur dan penanggulangan lainnya bersama Dinas PU, Dinas Kesehatan, dan dinas terkait. Bahkan dinas kesehatan juga turun tangan dengan memeriksa kesehatan warga bila terserang penyakit kulit akibat air banjir.

“Kami berserta terkait SKPD tengah bersiaga mengantisipasi banjir hingga tiga hari ke depan kewaspadaan lebih kepada masyarakat. Bahkan kami juga berkoordinasi dengan pihak Pemkot berbicara masalah penanganan dan anggaran terkait hal ini. Untuk logistik juga sudah kami berikan”, papar Agus.

Namun dalam banjir ini Agus menyanyangkan sikap masyarakat yang kurang waspada dengan bencana. Pasalnya masyarakat mengabaikan peringatan dari Early Warning System (EWS).

“ Masyarakat harusnya memahami tanda tanda adanya EWS. Kalau sudah bunyi jangan malah nonton”, kritik Agus.

Kini beberapa warga yang sempat mengungsi ke tempat lebih aman sudah kembali ke rumah masing-masing. Sebelumnya air yang merendam rumah warga hingga setinggi pinggang orang dewasa. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next