Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Antisipasi banjir buruk, warga malah nonton 'EWS' tanda bahaya

Antisipasi banjir buruk, warga malah nonton 'EWS' tanda bahaya

Jogjakarta-KoPi| Badan Penanggulangan bencana daerah DIY segera memperbaiki tanggul atau talut di Blunyah Gede, Mlati, Sleman yang ambrol karena hujan deras Rabu lalu. rusaknya infrastruktur seperti talut karena kondisinya yang telah lapuk dimakan usia.

Menurut kepala BPBD DIY, Agus Winarto mengatakan tengah berkoordinasi lanjutan dengan SKPD terkait. Seperti perbaikan infrastruktur dan penanggulangan lainnya bersama Dinas PU, Dinas Kesehatan, dan dinas terkait. Bahkan dinas kesehatan juga turun tangan dengan memeriksa kesehatan warga bila terserang penyakit kulit akibat air banjir.

“Kami berserta terkait SKPD tengah bersiaga mengantisipasi banjir hingga tiga hari ke depan kewaspadaan lebih kepada masyarakat. Bahkan kami juga berkoordinasi dengan pihak Pemkot berbicara masalah penanganan dan anggaran terkait hal ini. Untuk logistik juga sudah kami berikan”, papar Agus.

Namun dalam banjir ini Agus menyanyangkan sikap masyarakat yang kurang waspada dengan bencana. Pasalnya masyarakat mengabaikan peringatan dari Early Warning System (EWS).

“ Masyarakat harusnya memahami tanda tanda adanya EWS. Kalau sudah bunyi jangan malah nonton”, kritik Agus.

Kini beberapa warga yang sempat mengungsi ke tempat lebih aman sudah kembali ke rumah masing-masing. Sebelumnya air yang merendam rumah warga hingga setinggi pinggang orang dewasa. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next