Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Anies Bawesdan:Pendidikan Finlandia Menganut Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Anies Bawesdan:Pendidikan Finlandia Menganut Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Jogja-KoPI|Ki Hajar Dewantara memiiki pemikiran atas pendidikan dan kebudayaan yang melampui zamannya. Sebuah konsep pendidikan yang tak pernah terpikirkan oleh seseorang lainnya, sebuah konsep yang melahirkan putra putri bangsa yang cerdas dan berkualitas.

Namun, sayangnya pendidikan yang ada di Indonesia kalah bersaing dengan pendidikan yang ada di Negara lain. Padahal salah satu tokoh pendidikan yang menjadi panutan dan inspirasi negara-negara di dunia, Ki Hajar Dewantara lahir di Indonesia.

Saat ini dunia memuji-muji Finlandia atas pendidikannya. Kebijakan-kebijakann yang dilakukan Finlandia pada pendidikannya menjadi pusat perhatian dunia. Padahal apa yang dikerjakan Finlandia dalam dunia pendidikan telah dituliskan sebelumnya oleh Ki Hajar Dewantara.

“Apa yang dikampanyekan dan dilakukan oleh Finlandia dalam dunia pendidikan, sebelumnya telah dituliskan oleh Ki Hajar Dewantara,” ungkap Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam pidatonya di Kongres Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Yogyakarta, Sabtu (30/9).

Selanjutnya ia mengatakan bahwa ketika Finlandia berkampanye bahwa standarisasi pendidikan perlu ditempatkan secara proposional, Ki Hajar telah menuliskannya pada tahun 1940, jangan meyeragamkan hal-hal yang dipaksakan untuk diseragamkan, perbedaan bakat dan keadaan mendidik anak dari masyarakat yang satu dan yang lainnya harus menjadi perhatian dan dikategorikan.

Pendidikan Finlandia yang menyebutkan bahwa kesetaraan berpengaruh besar terhadap pendidikan, sebenarnya juga telah dituliskan oleh Ki Hajar Dewantara. Anies Baswedan mejelaskan bahwa Ki Hajar Dewantara telah menuliskan bahwa rakyat perlu diberikan hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas sesuai dan kepentingan hidup kebudayaanya dan kepetingan hidup kemasyarakatannya, pada tahun 1940.

Tak hanya itu, Anies Baswedan dalam pidatonya juga mengatakan bahwa ketika Finlandia mengatakan bahwa pendidikan dimulai dari keluarga, sebenarnya Ki Hajar juga telah menuliskannya 80 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 1936.

Begitu juga dengan konsep pedidikan Finlandia yang menegaskan perlunya bermain untuk anak, Ki Hajar dewantara telah menuliskan bahwa bermain adalah untuk jiwa anak untuk menuju arah kemajuan diri. “Bahkan perguruannya pun diberi nama taman, seagai tempat yang menyenangkan”, ungkap Anies Baswedan.

Ini membuktikan bahwa pemikiran Ki Hajar Dewantara melampaui batas zamannya. Interaksi dan sifat membuka diri menjadikan Ki Hajar Dewantara mampu menyatukan pendidikan dan kebudayaan yang ada.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next