Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Angka Kekerasan Anak Meningkat, Pelaku Biasanya dari Orang Dekat

salah satu mural anti kekerasan kepada anak salah satu mural anti kekerasan kepada anak

Jogjakarta-KoPi| Dalam memperingati Hari Anak Nasional para lembaga perlindungan mengadakan acara karnaval Anti Kejahatan Seksual terhadap anak di titik Nol Kilometer pada pukul 14.00 WIB.

Secara eksklusif karnaval tersebut mengkampanyekan perlindungan anak kepada masyarakat. Mengingat masih tingginya angka kekerasan terhadap anak di DIY.

Menurut Kepala Forum Kekerasan Anak, Sari Murti, menyebutkan acara karnaval ini wujud nyata untuk mendorong perlindungan terhadap anak. Dirinya prihatin dengan semakin tingginya angka kekerasan terhadap anak.

“Adanya karnaval dan kompetisi mural anti kejahatan seksual anak wujud nyata pandangan terhadap kekerasan anak. Hal ini upaya membangun kesadaran pentingnya anak mendapatkan perlindungan dan pendididkan,” jelas Sari Murti.

Sari juga menambahkan pentingnya pendidikan perlindungan dini kepada anak. Pasalnya sering terjadi kasus kekerasan kepada anak dilakukan oleh kerabat dekatnya.

“Angka kekerasan di DIY cukup memprihatinkan. Pelakunnya justru dari orang terdekat bisa juga bapaknya sendiri. Maka dari itu pentingnya anak diajari menolak ketika ada orang yang ingin berbuat kejahatan. Semacam edukasi untuk menolak bilang tidak, kalau ada yang mengganggunya,” jelas Sari Murti.

Hal senada juga diungkapkan oleh kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DIY, Kristiana Swasti mengatakan guna meminimalisir kasus kekerasan anak, keluarga merupakan benteng utama. Basis pendidikan keluarga nantinya yang akan melindungi anak dari kekerasan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next