Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Alat deteksi nuklir dipasang di Istana lindungi Presiden dari Teroris Nuklir

Alat deteksi nuklir dipasang di Istana lindungi Presiden dari Teroris Nuklir

Sleman-KoPi|Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) gunakan alat detektor Radiasi Portal Monitor(RPM) dan melatih Paspampres sebagai upaya perlindungan presiden dari ancaman radiasi radioaktif.

Hal itu tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Bapeten, Prof. Dr. Ir Jazi ketika ditanya terkait pencegahan ancaman teroris nuklir pada Presiden. Bapeten sendiri sudah memasang (RPM) di dalam dan di gerbang istana Presiden sebagai upaya penangkalan teroris nuklir.

"Kita pun memasang detektor radiasi di dalam istana. Pada gerbang juga kita pasang RPM, nantinya orang-orang yang masuk ke istana akan terpantau apakah mereka membawa zat radioaktif atau tidak. Dan jika ada peningkatan radiasi ,alat ini akan mencatatnya,"ujarnya saat ditemui di Auditorium VIP MIPA UGM,Selasa (1/8/

Tidak hanya pemasangan RPM,Bapeten juga berencana melatih sekitar 250 Pasukan pengawal Presiden agar bisa mengoperasikan mobile alat pendeteksi radiasi.

Jazi pun mengakui Indonesia saat ini tertinggal dengan Jepang dalam upaya pencegahan teroris nuklir. Jepang sendiri sudah mengembangkan teknologi drone yang berisikan zat penetralan dan pendeteksian radioaktif untuk mengamankan kantor Perdana menteri Jepang, PM Abe.

Namun demikian ia menekankan drone ini bukanlah cara utama dalam upaya melindungi presiden. Menurutnya langkah yang dilakukan Bapeten saat ini sudah cukup dalam mengamankan presiden dari ancaman radioaktif.

"Drone itu beroperasi dengan waktu yang terbatas karena menggunakan baterei ,dan jika ditembak maka zat radioaktif didalamnya dapat tersebar dan menimpa orang-orang dibawahnya,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next