Menu
UGM naik menjadi peringkat teratas nasional tahun 2017

UGM naik menjadi peringkat teratas …

YOGYAKARTA, 21 AGUSTUS 20...

UMY berikan Hibah Mobil kepada MDMC

UMY berikan Hibah Mobil kepada MDMC

Bantul-KoPi| Sebagai Univ...

Haedar Nashir Ajak Maba UMY Jadi Intelegensia Muda Berkarakter Tradisi Besar

Haedar Nashir Ajak Maba UMY Jadi In…

Bantul-KoPi| Ketua Umum P...

Seminar COMICOS 2017 Universitas Atmajaya Yogyakarta

Seminar COMICOS 2017 Universitas At…

SLEMAN-Memasuki usianya y...

UMY Tradisikan Silaturahim Bersama Orangtua/Wali Mahasiswa Baru

UMY Tradisikan Silaturahim Bersama …

Bantul-KoPi| Tradisi baik...

Narsisme Politik dan Arsitektur Kemerdekaan

Narsisme Politik dan Arsitektur Kem…

Dewasa ini, kita sering d...

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Mer…

Magelang-KoPi| Komunitas ...

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap rakitan sendiri ke Kompetisi Internasional

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap r…

Sleman-KoPi|Tim Bimasakti...

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam …

Jogja-KoPi|Untuk memperin...

Daging Kurban Disembelih Tidak Benar, Hukumnya Haram

Daging Kurban Disembelih Tidak Bena…

YOGYAKARTA, 15 AGUSTUS 20...

Prev Next

Alat deteksi nuklir dipasang di Istana lindungi Presiden dari Teroris Nuklir

Alat deteksi nuklir dipasang di Istana lindungi Presiden dari Teroris Nuklir

Sleman-KoPi|Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) gunakan alat detektor Radiasi Portal Monitor(RPM) dan melatih Paspampres sebagai upaya perlindungan presiden dari ancaman radiasi radioaktif.

Hal itu tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Bapeten, Prof. Dr. Ir Jazi ketika ditanya terkait pencegahan ancaman teroris nuklir pada Presiden. Bapeten sendiri sudah memasang (RPM) di dalam dan di gerbang istana Presiden sebagai upaya penangkalan teroris nuklir.

"Kita pun memasang detektor radiasi di dalam istana. Pada gerbang juga kita pasang RPM, nantinya orang-orang yang masuk ke istana akan terpantau apakah mereka membawa zat radioaktif atau tidak. Dan jika ada peningkatan radiasi ,alat ini akan mencatatnya,"ujarnya saat ditemui di Auditorium VIP MIPA UGM,Selasa (1/8/

Tidak hanya pemasangan RPM,Bapeten juga berencana melatih sekitar 250 Pasukan pengawal Presiden agar bisa mengoperasikan mobile alat pendeteksi radiasi.

Jazi pun mengakui Indonesia saat ini tertinggal dengan Jepang dalam upaya pencegahan teroris nuklir. Jepang sendiri sudah mengembangkan teknologi drone yang berisikan zat penetralan dan pendeteksian radioaktif untuk mengamankan kantor Perdana menteri Jepang, PM Abe.

Namun demikian ia menekankan drone ini bukanlah cara utama dalam upaya melindungi presiden. Menurutnya langkah yang dilakukan Bapeten saat ini sudah cukup dalam mengamankan presiden dari ancaman radioaktif.

"Drone itu beroperasi dengan waktu yang terbatas karena menggunakan baterei ,dan jika ditembak maka zat radioaktif didalamnya dapat tersebar dan menimpa orang-orang dibawahnya,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next