Menu
Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi jangan jauhi pelakunya

Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi …

Jogja-KoPi|Menteri Agam...

Gus Ipul akan perkuat pendidikan agama

Gus Ipul akan perkuat pendidikan ag…

Nganjuk-KoPi| Wakil Gub...

Menhub meminta PT KAI mengantisipasi bahaya longsor

Menhub meminta PT KAI mengantisipas…

Jogja-KoPi|Memasuki mus...

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Prev Next

Alat deteksi nuklir dipasang di Istana lindungi Presiden dari Teroris Nuklir

Alat deteksi nuklir dipasang di Istana lindungi Presiden dari Teroris Nuklir

Sleman-KoPi|Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) gunakan alat detektor Radiasi Portal Monitor(RPM) dan melatih Paspampres sebagai upaya perlindungan presiden dari ancaman radiasi radioaktif.

Hal itu tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Bapeten, Prof. Dr. Ir Jazi ketika ditanya terkait pencegahan ancaman teroris nuklir pada Presiden. Bapeten sendiri sudah memasang (RPM) di dalam dan di gerbang istana Presiden sebagai upaya penangkalan teroris nuklir.

"Kita pun memasang detektor radiasi di dalam istana. Pada gerbang juga kita pasang RPM, nantinya orang-orang yang masuk ke istana akan terpantau apakah mereka membawa zat radioaktif atau tidak. Dan jika ada peningkatan radiasi ,alat ini akan mencatatnya,"ujarnya saat ditemui di Auditorium VIP MIPA UGM,Selasa (1/8/

Tidak hanya pemasangan RPM,Bapeten juga berencana melatih sekitar 250 Pasukan pengawal Presiden agar bisa mengoperasikan mobile alat pendeteksi radiasi.

Jazi pun mengakui Indonesia saat ini tertinggal dengan Jepang dalam upaya pencegahan teroris nuklir. Jepang sendiri sudah mengembangkan teknologi drone yang berisikan zat penetralan dan pendeteksian radioaktif untuk mengamankan kantor Perdana menteri Jepang, PM Abe.

Namun demikian ia menekankan drone ini bukanlah cara utama dalam upaya melindungi presiden. Menurutnya langkah yang dilakukan Bapeten saat ini sudah cukup dalam mengamankan presiden dari ancaman radioaktif.

"Drone itu beroperasi dengan waktu yang terbatas karena menggunakan baterei ,dan jika ditembak maka zat radioaktif didalamnya dapat tersebar dan menimpa orang-orang dibawahnya,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next