Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Alasan nuklir energi pilihan terakhir Indonesia

Alasan nuklir energi pilihan terakhir Indonesia

Jogjakarta-KoPi|  Penggunaan energi nuklir sebagai tenaga listrik masih menjadi perdebatan sengit di kalangan masyarakat. Nuklir diharapkan dapat mengantisipasi kapasitas energi fosil yang kian menipis. Perkiraan energi fosil hanya mampu menopang kebutuhan energi Indonesia hingga beberapa puluh tahun ke depan.

 

Menurut anggota dewan energi nasional Prof. DR. Rinaldy Dalimi menegaskan Indonesia memang harus menguasai teknologi nuklir. Melalui sekolah nuklir BATAN, telah banyak manfaat nuklir untuk kehidupan seperti kesehatan, teknologi pertanian dan energi listrik. Namun Prof. Rinaldi masih meragukan pemanfaatna nukllir sebagai energi listrik mengingat posisi Indonesia masih negara berkembang.

“ Uranium bahan dasar PLTN itu akan dihabis. Penelitian 170 tahun uranium juga masih dipertanyakan kapasitasnya berapa? Sementara Indonesia tidak mempunyai uranium. Nanti bila membangun kita impor uranium dan tidak tahu kemana mengimpornya”, papar Prof. Rinaldi dalam seminar “Keterbukaan Informasi Publik Terhadap Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di perpustakaan UGM.

Prof.Rinaldi selaku anggota dewan energi nasional tegas menetapkan energi nuklir sebagai pilihan terakhir ketika energi terbarukan lainnya sudah tidak ada lagi.

Sementara pakar turbin LSM Marem, Lilo sunaryo, Ph. D mengapresiasi niat baik BATAN mengambangkan PLTN. Hal ini tidak terlepas dari program pemerintah meningkatkan listrik hingga 10.000 MW meskipun hanya tercapai 7.000 MW.

Senada dengan Prof. Rinaldi, Lilo juga menempatkan pengembangan nuklir untuk pilihan terakhir mengingat bencana yang terjadi akibat nuklir. Lilo menghimbau pemerintah untuk berpikir ulang menerapkan PLTN. Pasalnya mencermati negara pengguna nuklir seperti AS, Ukraina dan Jepang telah terjadi kecelakaan nuklir.

“ Negara maju telah terjadi kematian manusia, luka-luka dan cacat permanen serta kerusakan alam sekitar ”, papar Lilo.

Para pakar masih meragukan kemampuan Indonesia khususnya BATAN mendirikan PLTN. PLTN fusi yang telah digembar-gemborkan kini juga tender dengan Rusia. Hal ini semakin memparah ketergantungan Indonesia kepada negara lain.

Di sisi lain kepala BATAN Jogja, Susilo Widodo memepertegas BATAN tengah melakukan penelitian keamanan nuklir generasi empat yang konon lebih aman dari generasi dua. Kecelakaan generasi kedua di Fukushima, Jepang patutnya menjadi penyempurnaan teknologi nuklir. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next