Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Alasan kekhawatiran masyarakat soal pencabutan subsidi listrik

Alasan kekhawatiran masyarakat soal pencabutan subsidi listrik

Jogjakarta-KoPi| Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman berencana akan menghapus bertahap subsidi listrik daya 450 Va dan 950 Va.Dana subsdi listrik akan dialihkan pada pemberian tunai sebesar Rp 30.000 per bulan.

Penghapusan tersebut dirasa oleh pemerintah lebih tepat sasaran kepada masyarakat miskin. Pengunaan daya 450 Va memang pemanfaatnya oleh rumah tangga biasa.

Rencana mentri ESDM ini secara langsung mendapat respon dari masyarakat. Beberapa masyarakat khawatir dengan rencana mentri ESDM.

Dedi Saputra(52) warga Sewon, Bantul mengayakan ketidaksetujuannya dengan pemerintah. Menurutnya penggantian uang tunai sebesar Rp 30.000 per bulan tidak sebandng dengan pembayaran listrk per bulan.

“ Tidak mampu diganti uang Rp 30.000 sebulan kemungkinan tidak akan setuju. Di lingkungan masyarakat gak setuju. Rakyat kecil tidak cukup Rp 30. 000”, ujar dedi.

Sementara Brewok, pedagang Nol Kilmeter menyatakan persetuuan dengan kebijakan baru pemerintah ini. asalkan pemerintah konsisten dengan kebijakannya.

“ Ganti subsidi selama berapa tahun, bila berlaku selamanya juga harus diikuti dengan pembayaran selamanya. Takutnya ii kayak program dari SBY yang penghapusan BBM, subsdidi hanya dikasihkan beberapa waktu saja. Kalau diputus di tengah jalan beban buat masyarakat”, papar Brewok.

Sementara pihak anggota PLN Jogja, Fajri menagatakan pihak PLN belum ada tindakan terkait rencana penghapusan subsidi listrik oleh pemerintah.

“Terus terang belum menerima pemberitahuan itu. Baru publikasi berita surat keputusan hitam di atas putih itu belum diterima. Kisaran yang diturunkan kisaran berapa juga belum tahu pasti”, papar Fajri saat dihubungi melalui telepon. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next