Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Aksi tanda tangan spanduk, tolak apartemen di Plemburan

Aksi tanda tangan spanduk, tolak apartemen di Plemburan

Sleman-KoPi| Warga Dusun Plemburan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman menggelar aksi protes pembangunan apartemen baru pagi tadi.

Penolakan keras terhadap rencana pembangunan ini dilakukan oleh warga RT 01 Plemburan, sebagian warga Pogung, dan Purwosari yang terkena dampak langsung dari apartemen. Sementara warga RT lainnya cenderung setuju.

Penolakan berupa tanda tangan warga " kami menolak apartemen" pada selembar kain putih panjang.

Kain tersebut ditancapkan di depan areal rumah yang akan didirikan apartemen di atasnya.

Menurut ketua RT 01, Suharyono warga menolak pembangunan apartemen karena dikhawatirkan akan mengganggu lingkungan sosial sekitar.

" Alasan kami menolak karena akan menimbulkan dampak sosial, kalau jadi apartemen kan jalan jadi rame itu bikin macet", paparnya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga RT 01, Bekti Apartemen akan mengurangi debit air tanah warga. Pasalnya rencana pembangunan apartemen 12 lantai akan banyak menyedot air tanah warga.

“ Selama ini kalau musim kemarau saja susah air, apalagi kalau jadi didirikan apartmen di sana. Rencananya akan ada sekitar 370 kamar. Kalau dihitung satu orang butuh 100 liter/hari air bersih, jadi sekitar 70 ribu liter per hari diambil oleh apatemen, terus terang kita merasa keberatan”, kritik Bekti. |Winda Efanur FS, Himmatul Khoiroh|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next