Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Akibat fatwakan LGBT halal, Musda Mulia merasa difitnah

Milik Musda Mulia Milik Musda Mulia

KoPi| Prof. Dr. Musda Mulia tokoh femisnisme penerima Yap Thiam Hien 2008, memposting meme dengan isi merasa difitnah sebagai agen Barat dan mata-mata Yahudi. Meme bernada protes itu ia posting pada akun Facebooknya Musda Mulia III, Selasa (24/11).

mm

Profesor dari UIN Hidayatullah Jakarta ini sebelumnya dikenal oleh masyarakat muslim konservatif sebagai penentang agama Islam dengan pendapat-pendapatnya yang kontroversi berkaitan dengan hukum Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Menurut Musda Mulia, LGBT merupakan praktik halal menurut agama.
Tafsir agama, menurut Musda seharusnya disesuaikan dengan kondisi negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan tidak bisa hitam putih. Akibatnya, ia kemudian diserang oleh masyarakat, terutama berkaitan dengan pembelaannya kepada kelompok LGBT.

Fahira Idris, anggota DPD dan Ketua Yayasan Selamatkan Anak Bangsa tercatat sebagai salah satu penkritiknya yang gigih. Fahira bahkan sempat memohon berdialog (debatt) dengan Musda Mulia, namun keinginannya belum mendapat tanggapan.

“Saya sudah mencoba bertemu Musdah Mulia dengan berbagai cara. Saya ingin berdialog dengan beliau namun sepertinya beliau enggan untuk menanggapi permohonan saya,” ujar Fahira kepada beberapa wartawan Muslim belum lama ini di Pondok Indah, Jakarta.| Cucuk Armanto

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next