Menu
Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 akan diperketat.

Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 ak…

Sleman-KoPi|Ketua Koordin...

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang menerima lebih dari 40.000 pendaftar.

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang me…

Sleman-KoPi| Panitia Loka...

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak cukup hanya pada perlindungan hutan saja.

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak c…

Sleman-KoPi| Gelaran Ko...

Satu kali transaksi, kawanan pengedar pil mendapat keuntungan 15-20 juta.

Satu kali transaksi, kawanan penged…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, namun jangan lupa fasilitas dan lab perlu juga ditingkatkan.

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, n…

Sleman-KoPi| Rektor UGM, ...

Ini tanggapan rektor UGM pada wacana kedatangan dosen asing.

Ini tanggapan rektor UGM pada wacan…

Sleman-KoPi|Rektor Univer...

Cerita perjuangan wisudawan doktoral anak dari Satpam UGM.

Cerita perjuangan wisudawan doktora…

Sleman-KoPi| Tak ada yang...

Peringati Milad UMY ke 37, Rektor tingkatkan internasionalisasi dosen dan mahasiswanya.

Peringati Milad UMY ke 37, Rektor t…

Bantul-KoPi| Rektor Unive...

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil besutannya ke kompetisi dunia Juli nanti.

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil bes…

Sleman-KoPi| Tim mahasi...

Prev Next

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama selamatkan Golkar

akbar tanjung

Sleman-KoPi| Wakil Dewan Kehormatam Partai Golkar, Akbar Tanjung mengatakan Musyawarah Nasional Luar Biasa(Munaslub) sebagai manuver andalan untuk mengubah nasib Golkar saat ini.

Melihat kondisi Golkar yang saat ini terombang-ambing akibat tersandungnya sang ketua umum, Setya Novanto, Akbar pun menekankan hanya jalan Munaslub yang bisa ditempuh partai ini. Munaslub ini diharapkan menjadi titik perubahan dari kemelut Golkar akhir-akhir ini.

"Golkar memang hari-hari ini situasinya amat berat terutama pada kasus Setya Novanto. Satu-satunya cara Golkar mengatasinya adalah diadakannya munaslub. Dan tentunya ini diharapkan menghasilkan pemimpin baru ,komitmen baru, tekad baru dan visi baru,"ujarnya disela waktu mengisi Seminar "Refleksi Kepahlawanan Prof. Lafran Pane" di Rektorat UNY, Rabu (13/12).

Setelah Munaslub digelar,Akbar pun berharap Golkar yang baru dapat menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Seperti perbedaan Golkar sebelum kepemimpinan Setya Novanto dan Golkar sesudah kepemimpinannya.Tak hanya itu, Golkar pun juga dituntut untuk berubah demi menghadapi agenda politik besar seperti Pilkada tahun 2018 ,Pileg dan juga Pilpres pada tahun 2019.

Menurutnya hal ini perlu dilakukan agar mengembalikan posisi Golkar kembali ke sedia kala seperti pada Era Orde Baru dan Reformasi yang seringkali menang sebagai mayoritas tunggal.

"Golkar sebagai organisasi besar dan memiliki pengalaman panjang sejak era orde baru dan era reformasi,meski pernah tertekan namun menang. Setelah itu terjadi berbagai penurunan hingga penurunan yang mengkhawatirkan akhir-akhir ini.
Kedepan dengan ada nya perubahan pada Golkar, maka Organisasi ini dapat menghadapi agenda mendatang dan mendapatkan kepercayaan publik kembali,"tambahnya.

Lebih lanjut, Akbar mengkhawatirkan adanya penggerusan organisasi secara masif dan berkelanjutan. Penggerusan pun dikhawatirkan melebihi ambang batas. Mengenai nama calon ketua yang paling memungkinan memimpin Golkar, Akbar menyebut nama Erlangga Hartanto yang paling menonjol untuk memimpin partai berlambangkan Pohon beringin ini.

"Yang paling menonjol adalah nama Erlangga Hartanto , tetapi nama lainnya juga punya peluang,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next