Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Agama dan Pancasila tidak bertentangan

Bantul-KoPi| ”Pengembangan yang terus menerus dalam pemikiran politik keislaman di Indonesia penting untuk dilakukan, agar agama dan pancasila dapat berjalan berbarengan untuk menangkal pergolakan seperti fenomena Arab Spring yang melanda negara-negara Timur Tengah," jelas Prof. Dr. Amin Abdullah dalam sesi paralel Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) di Ruang Sidang Gedung Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (24/5).

Agama dan Pancasila merupakan dua hal yang melekat dalam nilai kultur masyarakat Indonesia. Kedua hal itu merupakan dua hal yang sama sekali tidak bertentangan karena nilai-nilai agama diejawantahkan dalam sisa-sila Pancasila. Cendekiawan muslim Prof. Dr. Amin Abdullah, menyatakan bahwa Islam di Indonesia memiliki korelasi kultural dengan pancasila yang membuat pemikiran politik keislaman di Indonesia lebih mudah diterapkan.

“Pemikiran politik keislaman sangat sulit dikembangkan di negara Timur Tengah. Indonesia dengan Pancasila dapat mengembangkan pemikiran tersebut lebih mudah melihat kultur di Indonesia. Pemikiran tersebut penting untuk menangkal Arab Spring masuk ke Indonesia. Tantangannya sekarang adalah kompleksitas antara agama dan pluralitas di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu Romo Magnis menegaskan, bahwa Islam tidak bisa lepas dari kebangkitan nasional, hal yang digarisbawahi dari kebangkitan Islam itu pula, menurut Romo Magnis merupakan sumbangan yang luar biasa ketika para tokoh Islam tidak mengkhususkan posisi Islam dalam konstitusi dan dasar negara.

“Kebangkitan Islam adalah bagian dari kebangkitan nasional dengan adanya Budi Oetomo, Serikat Indonesia, dan Muhammadiyah. Hebatnya mereka tidak mengkhususkan posisi Islam dalam ideologi dan dasar negara. Itu merupakan sumbangan yang luar biasa,” ungkap Romo Magnis.

Romo Magnis kemudian membandingkan antara Indonesia tahun 1998 dan Mesir tahun 2010 yang sama-sama mengalami democratic spring. “Mesir gagal menjalankan demokrasi, Indonesia berhasil menjalankan demokrasi beringingan dengan Islam lewat tokoh-tokoh Islam seperti B.J. Habibi, Amin Rais, dan Gus Dur”, jelasnya.

Sementara itu, menurut Prof. Syafiq A. Mughni, Agama dan Pancasila sama sekali tidak bertentangan dan sebetulnya nilai agama yang mendasari nilai-nilai yang ada dalam pancasila, dan Muhammadiyah komitmen terhadap kedua hal itu.

Syafiq Mughni juga menyoroti masalah pragmatisme dalam masyarakat yang mengesampingkan idealisme. Menurutnya hal itu jelas bertentangan dengan nilai-nilai agama maupun Pancasila. “Pragmatisme merajalela dalam diri bangsa kita, tidak lagi pada idealisme, semua jalan ditempuh demi keuntungan pribadi, bangsa kita sering berorientasi pada kuantitas. Bangga dengan jumlah, tapi agama hanya sebagai simbol dan jargon,” tuturnya.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next