Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

85% kasus perdagangan manusia terjadi lewat kepergian resmi

85% kasus perdagangan manusia terjadi lewat kepergian resmi
Sleman-KoPi| Dr. Dinna Wisnu, Wakil Indonesia dari komisi Hak Asasi Manusia antar negara ASEAN atau disingkat AICHR (Asean Intergorvernmental Commision on Human Rights) mengungkapkan hampir 85% kasus perdagangan manusia antar negara terjadi pada jalur kepergian Legal atau resmi. 
 
Hal tersebut ia ungkapkan setelah pihaknya menangani kasus perdagangan manusia pada kasus penyekapan yang menimpa mahasiswi Indoneisa yang ada di Malaysia. Ia pun menerangkan mahasiswa tersebut mengikuti jalur resmi saat datang ke Malaysia. 
 
"Dia (mahasiswi Indonesia ) tersebut legal cara datanganya ke negara lain,sehingga jangan katakan bahwa semua yang legal itu aman dan selamat,"ujarnya saat mengisi sebuah diskusi Perspektif Perdagangan Manusia di FISIPOL UGM,Kamis (31/8)
 
Dr. Dinna juga menjelaskan banyaknya temuan modus pelaku human trafficking yang menipu dan mengundang Warga Negara Indonesia dengan jalur yang seolah-olah legal. 
 
Salah satu jalur yang digunakan oleh pelaku adalah undangan beasiswa keluar negeri. Ia pun menjelaskan Pelaku Perdagangan Manusia saat ini tidak segan-segan menjaring WNI yang berprestasi namun kurang kewaspadaannya. Modus inilah menimpa mahasiswi di Malaysia yang saat ini sedang ditanganinya
 
"Beasiswa ini salah satu modus paling jahat, mereka yang diincar itu justru yang pintar dan sedang magang,meski keberangkatan mereka aman selamat dan aman,namun mafia disana (negara luar ) sudah menanti,"jelasnya
 
Beberapa jalur lainnya lewat Umroh ,pelaku human trafficiking berasal dari timur tengah dan mengincar WNI yang datang ke negara mereka . 
 
Namun demikian,jalur legal lainnya yang paling sering terjadi adalaah jalur pernikahan antar negara. Kasus ini terjadi tertinggi di Burma dan Thailand ,dan sering menimpa WNI khususnya kaum Hawa. 
 
Dr. Dinna memaparkan bahwa negara-negara tersebut mencari wanita asing untuk menjadi istri idaman para suami di negara mereka. Namun dalam praktiknya,pelaku seolah membuat iklan yang menawarkan Wanita negara asing yang bisa dinikahi dengan kontrak. 
 
"Kesannya seperti Biro Jodoh, namun cara kerjanya seperti Kawin Kontrak, jika sudah melampaui waktu perjanjian,maka wanita bisa diceraikan,"paparnya.
 
Lebih lanjut, Banyaknya temuan Human trafficking lewat jalur legal ini,Pihaknya juga menemukan masalah lain. Korban WNI yang mengaku setuju secara tidak sadar dieksploitasi oleh Pelaku,merupakan salah satu faktor yang menghalangi usahanya dalam mencegah eksploitasi korban perdagangan manusia WNI. 
 
"Kami lebih Concern (Khawatir) pada faktor persetujuan tersebut,itu yang sering membuat kita terkelabui. Padahal jika sudah terjadi kekerasan dan eksploitasi,kami kesulitan dalam menolongnya. Sehingga bentuk persetujuan ini bentukkannya tidak relevan,"tutupnya.
 
Dalam menanggapi permasalahan perdagangan manusia dan modus legalnya, Dinna bersama ASEAN tak henti-hentinya mengelu-elukan kepada WNI untuk tetap waspada saat mendapat tawaran ke luar negeri. Pasalnya modus kasus human trafficking ini merupakan salah modus yang paling sulit dilacak sebelum kejadian Eksploitasi manusia terjadi. 
 
back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next