Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

7 Warga Batang, galang dukungan lawan PLTU ke Jogja

7 Warga Batang, galang dukungan lawan PLTU ke Jogja

Bantul-KoPi| Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), Batang, Jawa Tengah masih menyisakan pertentangan warga. Sekitar tujuh warga berdampak secara langsung menggalang dukungan hingga ke luar kota, salah satunya ke komunitas Taring Padi, Jogjakarta.

Sebelumnya perjuangan warga Batang mendapat dukungan dari Greenpeace Indonesia. Namun arus perlawanan masih membutuhkan dukungan pihak lain.

Salah seorang warga Batang, Karomat menjelaskan kedatangan ke Jogja untuk meminta dukungan melawan proyek PLTU. "Tujuan ingin belajar, dan minta bantuan kepada teman-teman taring padi, perjuangan kami belum selesai. Pertemuan ini menambah semangat kami," jelas Karomat seusai diskusi base camp Taring Padi, Bantul pada Kamis 4 Februari 2016.

Karomat menjelaskan perlawanan warga terhadap PLTU sejak tahun 2011. Karomat dan warga lainnya yang menolak PLTU terus menggalang perlawanan.

Penolakan warga karena proyek PLTU menghilangkan ladang pekerjaan. Sontak perlawanan warga ditentang keras oleh Pemda Jawa Tengah.

Karomat menambahkan proyek PLTU yang kini berjalan menggerus lahan pertanian seluas 226 hektar. Sementara tersisa 12 hektar lahan warga yang belum dijual. Lantaran sisa lahan ini, Karomat mengklaim pihak Pemda terus menekan warga.

Sementara anggota Taring Padi, Ucup berkomitmen akan mendukung perlawanan warga Batang. Bentuk dukungan melalui karya seni pameran poster dan musik tentang perjuangan warga Batang. "Kita mengadakan pameran poster dan lagu sebagai media isu mereka," kata Ucup. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next