Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

Masih kisruh sabda raja, ini 3 sikap JNM 'Mataram'

Masih kisruh sabda raja, ini 3 sikap JNM 'Mataram'

Jogjakarta-KoPi| Sabda raja 31 Mei yang lalu masih mnyisakan pertentangan di lingkup masyarakat. Setelah PWNU Jogja menyatakan sikap menolak, kini komunitas JNM ( Jamaah Nahdliyin Mataram) juga menetapkan sikapnya.

Menurut koordinator JNM, Muhammad Alfuniam menegaskan keluarnya sabda raja secara tidak langsung telah memutus rantai kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Mataram Islam. Padahal keduanya merupakan satu keterkaitan yang bersifat mutlak.

Dasar inilah yang melatarbelakangi seminar “ Revitalisasi Islam Jawa” guna memahamkan masyarakat sejarah Mataram Islam sekaligus urgensi gelar sultan terhadap keberlangsungan dinasti Mataram Islam.

“ Menyoal kembali hubungan Mataram Islam dengan Islam Jawa. Komunitas JNM ini mendasari filosofi dari Mataram Islam, yang selanjutnya mendasari Islam Jawa.

Dalam konteks lebih lanjut kekisruhan sabda sultan. Pihak JNM tidak ingin larut dalam perdebatannya. Tidak memihak salah satu blok. JNM hanya ingin mempertahankan Mataram Islam atau Ngayogyakarta Hadiningrat.

“JNM terdiri dari golongan anak muda NU, akademisi, bisnis. Secara garis besar JNM mengadopsi pemikiran Gusdur. Menjunjung toleransi dan pluralisme. Namun dari suksesi ini, beberapa pihak melihat seolah JNM melawan sabda raja. Padahal yang kita lakukan tidak ingin terlibat salah satunya, hanya ingin mempertahankan Mataram Islam, dari Panembaha Senopati sampai HB X,  tidak terpelas dari Matram Islam”, tegas Alfuniam saat memberi sambutan pada seminar “Revitalisasi Islam Jawa di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga pukul 10.00 WIB.

Dalam sabda raja ini, JNM menyatakan pada tiga posisi. Pertama, posisi sebagai kawulo, dengan menyampaikan kegelisahan melalui diskusi seminar ini. Kedua, sebagai rakyat yang bisa menggugat keputusan pimpinannya ( Gubernur DIY). Ketiga, sebagai muslim JNM meyakini bahwa kraton Jogja tidak bisa dipisahkan dari Mataram Islam sendiri. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next