Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

1 Suro, Ritual Mubeng Beteng jatuh pada malam kamis pahing

1 Suro, Ritual Mubeng Beteng jatuh pada malam kamis pahing

Jogjakarta-KoPi| Perayaan Mubeng Beteng dan Topo Bisu peringatan 1 Muharam 1453 H atau 1 Suro jatuh pada malam Kamis Pahing tanggal 15 Oktober 2015. Hal ini berbeda dengan penetapan 1 Muharam atau 1 Suro pada kalender Masehi yang jatuh pada malam Rabu legi tanggal 14 Oktober 2015.

Menurut KHP. Widyabudaya, KRT. Rintaiswara adanya perbedaan penetapan jatuhnya 1 Suro dengan penanggalan kalender masehi karena, kraton Ngayogyakarta Hadininingrat mendasarkan penanggalan pada kalender ‘Tahun Jawi Islam’. Kalander Tahun Jawi Islam dibuat oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645), dasar penanggalannya memadukan kalender Taun Saka dengan kalender Islam Hijriah.

“ ( pemakaian tanggal Tahun Jawi Islam) Berjalan bertahun-tahun bukan karangan sendiri. Kami berpegang pada paugeran yang sudah dibakukan,” jelas KRT. Rintaiswara saat konferensi pers di kantor Tepas Parentah Hageng pukul 10.45 Wib.

KRT. Rintaiswara menambahkan dalam konsep penanggalan Tahun Jawi Islam ini bahkan sudah terkonsep kapan jatuhnya 1 Suro dan tanggal 1 setiap bulannya. “ Sudah ada konsep kalender dari 100 tahun yang sudah lalu, bisa diruntut ( jatuhnya tanggal 1 hari apa) asal tidak melebihi tahun 900an,”.

Sehingga dengan ketetapan jatuhnya 1 Suro tanggal 15 Oktober 2015, dari pihak Kraton Ngayogyakarta Hadininingrat hanya memfasilitasi ritual Mubeng Beteng dan Topo Bisu bagi masyarakat yang mengikuti ketetapan tersebut.

“ Pihak kraton hanya memfasilitasi masyarakat yang mau melaksanakan Mubeng Beteng dan Topo Bisu pada malam Kamis Pahing, bagi masyarakat yang melaksanakan du luar hari itu silahkan,” jelas KPH. Yudahadiningrat.

Ritual Mubeng Beteng dan Topo Bisu merupakan ritual tahunan kraton Ngayogyakarta Hadininingrat untuk merayakan 1 Suro atau tahun baru Islam. Ritual Mubeng Beteng dan Topo bertujuan mendoakan rakyat Jogja mendapat berkah dari yang maha kuasa.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next