Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Sentra Ikan Bulak, 3 tahun berdiri masih tetap sepi

Sentra Ikan Bulak, 3 tahun berdiri masih tetap sepi
Surabaya - KoPi | Sentra Ikan Bulak Surabaya sudah diresmikan sejak tahun 2012 lalu. Namun hingga kini tempat yang dimaksudkan menjadi pusat hasil olahan dan kerajinan laut di Surabaya tersebut masih sepi.  Padahal bangunan seluas 4.573 meter per segi ini dibangun dengan dana APBD sebesar Rp 20 M.
 

Alhasil, hingga 3 tahun setelah berdiri 96 kios di Sentra Ikan Bulak masih belum banyak terisi. Dari pantauan KoPi, siang itu (26/2) Sentra Ikan Bulak sangat sepi. Di lantai 1 hanya ada sedikit kios yang buka, jumlahnya tidak sampai 10. Kios-kios lain kosong tidak ada yang mengisi.

Lantai 2 pun juga bernasib serupa. Tempat yang diharapkan sebagai tempat kuliner khas pesisir dan kerajinan laut juga sepi. Ada 3 warung yang buka, namun tanpa pembeli, padahal jam itu adalah jam makan siang. Ada dua kios kerajinan hasil laut yang buka, namun tidak ada yang menjaga.

Sepinya Sentra Ikan Bulak juga diakui warga sekitar yang mayoritas berprofesi nelayan atau pedagang hasil olahan laut. Risma, seorang pemilik agen hasil olahan laut di Jalan Sukolilo mengatakan ia biasa memasok produk hasil laut seperti kerupuk ikan ke berbagai pasar di Surabaya. Namun, untuk Sentra Ikan Bulak sendiri, ia mengaku tidak pernah memasok dagangannya ke sana. Alasannya, tempat itu sepi dan tidak ada pedagang yang berjualan di sana.

“Sepi Mas di sana. Pengunjungnya saja tidak ada, apa yang mau dijual?” katanya.

Ia mengatakan Sentra Ikan Bulak hanya ramai pada saat-saat tertentu, misalnya ketika ada acara yang dihadiri oleh Walikota. Selebihnya, pasar ikan tersebut selalu sepi.

“Ya ramainya kalau pas ada Bu Risma (Walikota) saja. Kalau pas hari biasa seperti ini, pedagang balik lagi ke pasar ikan lama. Pengunjung juga belum banyak yang tahu Sentra Ikan Bulak. Mereka lebih sering belanja ikan di pasar ikan lama,” ujarnya.

back to top