Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Sentra Ikan Bulak, 3 tahun berdiri masih tetap sepi

Sentra Ikan Bulak, 3 tahun berdiri masih tetap sepi
Surabaya - KoPi | Sentra Ikan Bulak Surabaya sudah diresmikan sejak tahun 2012 lalu. Namun hingga kini tempat yang dimaksudkan menjadi pusat hasil olahan dan kerajinan laut di Surabaya tersebut masih sepi.  Padahal bangunan seluas 4.573 meter per segi ini dibangun dengan dana APBD sebesar Rp 20 M.
 

Alhasil, hingga 3 tahun setelah berdiri 96 kios di Sentra Ikan Bulak masih belum banyak terisi. Dari pantauan KoPi, siang itu (26/2) Sentra Ikan Bulak sangat sepi. Di lantai 1 hanya ada sedikit kios yang buka, jumlahnya tidak sampai 10. Kios-kios lain kosong tidak ada yang mengisi.

Lantai 2 pun juga bernasib serupa. Tempat yang diharapkan sebagai tempat kuliner khas pesisir dan kerajinan laut juga sepi. Ada 3 warung yang buka, namun tanpa pembeli, padahal jam itu adalah jam makan siang. Ada dua kios kerajinan hasil laut yang buka, namun tidak ada yang menjaga.

Sepinya Sentra Ikan Bulak juga diakui warga sekitar yang mayoritas berprofesi nelayan atau pedagang hasil olahan laut. Risma, seorang pemilik agen hasil olahan laut di Jalan Sukolilo mengatakan ia biasa memasok produk hasil laut seperti kerupuk ikan ke berbagai pasar di Surabaya. Namun, untuk Sentra Ikan Bulak sendiri, ia mengaku tidak pernah memasok dagangannya ke sana. Alasannya, tempat itu sepi dan tidak ada pedagang yang berjualan di sana.

“Sepi Mas di sana. Pengunjungnya saja tidak ada, apa yang mau dijual?” katanya.

Ia mengatakan Sentra Ikan Bulak hanya ramai pada saat-saat tertentu, misalnya ketika ada acara yang dihadiri oleh Walikota. Selebihnya, pasar ikan tersebut selalu sepi.

“Ya ramainya kalau pas ada Bu Risma (Walikota) saja. Kalau pas hari biasa seperti ini, pedagang balik lagi ke pasar ikan lama. Pengunjung juga belum banyak yang tahu Sentra Ikan Bulak. Mereka lebih sering belanja ikan di pasar ikan lama,” ujarnya.

back to top