Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pesan psikologis Menteri Susi bikin negara lain gentar

Pesan psikologis Menteri Susi bikin negara lain gentar
Surabaya-KoPi| Tahun 2016 ini diperkirakan industri perikanan tangkap Indonesia akan semakin meningkat. Setelah 2 tahun berada di bawah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, optimisme terhadap industri perikanan tangkap bisa dibilang semakin tumbuh.
 

Hal tersebut disampaikan Guru Besar Budidaya Perairan Universitas Airlangga Prof. Mochammad Amin Alamsjah. Menurutnya, sepanjang 2015 lalu pertumbuhan industri perikanan tangkap semakin baik. "Kalau menurut saya, dengan trend saat ini, industri perikanan tangkap akan terus meningkat," ujarnya (2/2).

Salah satu faktor yang mendukung peningkatan tersebut adalah ketegasan Menteri Susi dalam menenggelamkan kapal yang melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. "Penenggelaman kapal tersebut seharusnya bisa memberi efek psikologis pada pihak-pihak yang biasanya melakukan pencurian ikan di wilayah Indonesia. Itu merupakan pesan bahwa Indonesia tak lagi main-main dengan penegakan hukum atas pencurian ikan," jelas Prof. Amin.

Meski demikian, Wakil Rektor III Universitas Airlangga tersebut memperkirakan pada tahun 2016 ini Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak lagi menenggelamkan kapal sebanyak tahun 2015. Pasalnya, ketegasan pemerintah dinilai sudah membuahkan hasil. Di beberapa tempat sudah terjadi penurunan kasus pencurian ikan. Artinya, pesan Menteri Susi telah sampai pada pihak-pihak yang melakukan illegal fishing.

Namun, Prof. Amin meminta pemerintah tak hanya berkutat pada pencurian ikan saja. Ada industri bahari yang masih perlu lebih diperhatikan dan dibenahi pemerintah, yaitu wisata bahari.

"Wisata bahari Indonesia itu punya potensi yang sangat besar. Spot sudah ada, tapi masih perlu pembenahan. Masih banyak potensi wisata bahari yang perlu pembenahan di sarana dan pra-sarana. Selain itu, akses menuju ke tempat-tempat tersebut juga perlu dipermudah. Tidak ada gunanya kita punya wisata bahari yang keindahannya sekelas dunia, tapi tidak bisa diakses karena tidak ada sarana menuju ke sana," tukasnya.

back to top