Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pedagang enggan pindah, Sentra Ikan Bulak terus sepi

Pedagang enggan pindah, Sentra Ikan Bulak terus sepi
Surabaya – KoPi | Meski telah diresmikan sejak 2012 lalu, Sentra Ikan Bulak Surabaya hingga kini masih sepi pedagang. Tempat ini merupakan salah satu program kerja wali kota Surabaya Tri Rismaharani dalam mengembangkan wilayah seputar Kenjeran dan Bulak. Namun, sampai saat ini pedagang yang menempati stan di sana hanya bias dihitung jari.

Sentra Ikan Bulak yang terletak di Desa Nambangan tersebut hanya menjadi bangunan yang sia-sia. Menurut Irma, pedagang ikan asap di Desa Kejawan Lor, Sentra Ikan Bulak tidak memberi manfaat secara khusus pada usahanya. Letak sentra ikan itu dinilai terlalu jauh dari tempat tinggalnya.

“Saya punya anak yang harus diurusi, jadi kalau saya pindah ke sana nanti yang ngurusi anak saya siapa? Kalo saya dagang di sini, saya harus bolak balik rumah dan pasar jalan kaki,” ujar Irma kepada KoPi.

Tidak hanya itu saja, pedagang di pasar ikan tradisional Kejawen Lor takut kehilangan pelanggan sehingga akan berdampak pada penurunan penghasilan. Walaupun diimingi gratis sewa stan dan kebutuhan lainnya, para pedagang khawatir masih akan ada iuran keamanan, listrik, dan solar untuk fasilitas alat blower.

Pada 2014 lalu 35 pedagang di Desa Kejawen Lor digusur Satpol PP dari lahan usaha mereka di depan lokasi wisata pantai kenjeran. Meski telah digusur, para pedagang tersebut tidak lantas pindah ke tempat yang disediakan Pemkot. Mereka memilih untuk membuka lapak di lahan pribadi.

“Saya ingin ikan asap yang dijual di sini jadi ciri khas Desa Kejawen Lor. Jika pindah ke Sentra Ikan Bulak nantinya masyarakat Surabaya akan menilai produk ikan asap milik Desa Nambangan. Karena itu lebih baik saya jualan di tanah sendiri daripada di tanah orang lain,” ujar Muroha, salah satu pedagang ikan asap. | Labibah

back to top