Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pedagang enggan pindah, Sentra Ikan Bulak terus sepi

Pedagang enggan pindah, Sentra Ikan Bulak terus sepi
Surabaya – KoPi | Meski telah diresmikan sejak 2012 lalu, Sentra Ikan Bulak Surabaya hingga kini masih sepi pedagang. Tempat ini merupakan salah satu program kerja wali kota Surabaya Tri Rismaharani dalam mengembangkan wilayah seputar Kenjeran dan Bulak. Namun, sampai saat ini pedagang yang menempati stan di sana hanya bias dihitung jari.

Sentra Ikan Bulak yang terletak di Desa Nambangan tersebut hanya menjadi bangunan yang sia-sia. Menurut Irma, pedagang ikan asap di Desa Kejawan Lor, Sentra Ikan Bulak tidak memberi manfaat secara khusus pada usahanya. Letak sentra ikan itu dinilai terlalu jauh dari tempat tinggalnya.

“Saya punya anak yang harus diurusi, jadi kalau saya pindah ke sana nanti yang ngurusi anak saya siapa? Kalo saya dagang di sini, saya harus bolak balik rumah dan pasar jalan kaki,” ujar Irma kepada KoPi.

Tidak hanya itu saja, pedagang di pasar ikan tradisional Kejawen Lor takut kehilangan pelanggan sehingga akan berdampak pada penurunan penghasilan. Walaupun diimingi gratis sewa stan dan kebutuhan lainnya, para pedagang khawatir masih akan ada iuran keamanan, listrik, dan solar untuk fasilitas alat blower.

Pada 2014 lalu 35 pedagang di Desa Kejawen Lor digusur Satpol PP dari lahan usaha mereka di depan lokasi wisata pantai kenjeran. Meski telah digusur, para pedagang tersebut tidak lantas pindah ke tempat yang disediakan Pemkot. Mereka memilih untuk membuka lapak di lahan pribadi.

“Saya ingin ikan asap yang dijual di sini jadi ciri khas Desa Kejawen Lor. Jika pindah ke Sentra Ikan Bulak nantinya masyarakat Surabaya akan menilai produk ikan asap milik Desa Nambangan. Karena itu lebih baik saya jualan di tanah sendiri daripada di tanah orang lain,” ujar Muroha, salah satu pedagang ikan asap. | Labibah

back to top