Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Menteri Kelautan dan Perikanan RI enggan ungkit masalah cantrang

Menteri Kelautan dan Perikanan RI enggan ungkit masalah cantrang

Jogja-KoPi| Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti minta masyarakat untuk tidak mengungkit masalah cantrang lagi hingga akhir Desember.

 

"Sudah diumumkan cantrang kita perpanjang hingga akhir Desember, setelah ini kita tidak boleh bicara cantrang, harus move on. Titik", jelasnya saat diwawancari setelah Seminar Nasional Kewirausahaan di UMY, Sabtu (6/5).

Cantrang merupakan alat penangkap ikan yang masuk dalam kelompok pukat tarik berkapal (boat or vessel seines) ini menurut Susi berbahaya untuk ekologi ikan. 

"Alat tangkap itu merugikan nelayan lain, nanti ikan akan habis di laut", ujarnya.

 Di sisi lain, pemerintah berkewajiban menjaga keberlangsungan ekologi laut untuk kesejahteraan nelayan.

"Tugas pemerintah menjaga agar ikan tetap ada dan banyak. Ikan tetap ada dan banyak, supaya bisa menangkap banyak.", kata Susi.

Sementara mengenai isu hak angket yang akan dibuat para nelayan mengenai penggunaan cantrang, Susi tak ambil pusing dan mengatakan itu hak mereka.

"Hak angket itu mereka silahkan saja. Saya hanya petugas yang membantu presiden, kalau presiden mengatakan jangan digunakan lagi ya jangan digunakan", jelasnya.

Susi juga mengatakan pemerintah pusat hanya mengatur kapal yang berukuran 30 GT ke atas, sedangkan ukuran 30 GT ke bawah diatur oleh pemerintah provinsi.

"Jadi kalau mau membuat hak angket ya silahkan", pungkasnya

back to top