Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Gara-gara jadi menteri, Susi terpaksa buang-buang waktu

Gara-gara jadi menteri, Susi terpaksa buang-buang waktu
Sidoarjo – KoPi. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikenal sebagai sosok yang pekerja keras. Ia dikenal lebih mementingkan bekerja dan tidak ingin membuang waktu. Karena itu ia ingin agar SDM perikanan dan kelautan yang terdidik lebih mau bekerja keras agar bisa melampaui dirinya.
 

“Mungkin semuanya sudah dengar kalau saya ini tidak lulus SMA. Tapi saya kerja jauh lebih keras daripada pegawai negeri,” ungkapnya ketika menjadi berbicara dalam Kuliah Umum di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Rabu (26/11).

Karenanya ia berpesan pada taruna-taruni Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo untuk selalu bekerja keras, disiplin, dan kreatif. “Kerja keras itu pasti ada hasil, kerja ekstra pasti hasilnya juga luar biasa,” pesannya.

Namun, semenjak menjadi menteri, ia mengaku terpaksa selalu menyia-nyiakan waktu selama satu jam setiap hari.

“Gara-gara jadi menteri saya kehilangan 1 jam setiap hari. Itu sama dengan ratusan jam dalam setahun. Mikir rambut-lah, mikir make up-lah. Kalau dulu awut-awutan kan tidak apa-apa, yang penting kerjaan selesai. Sekarang saya diributin soal ini, terutama oleh wartawan. Jadinya rugi saya, kehilangan waktu,” ujarnya, yang disambut tawa taruna-taruni.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top