Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Ditjen Bea Cukai ingin segera tambah kapal patroli

Ditjen Bea Cukai ingin segera tambah kapal patroli
Surabaya – KoPi | Penambahan fasilitas pengamanan perairan menjadi prioritas utama Ditjen Bea Cukai. Tak heran, karena selama ini Bea Cukai dalam mengawasi perairan hanya diperkuat dengan 3 kapal besar ukuran 38 meter. Hal itu tentu saja harus membuat personel Bea Cukai bekerja ekstra keras dalam mengamankan perairan Indonesia.
 

“Saat ini Bea Cukai sedang membangun kapal patroli ukuran 60 meter, yang saat ini sedang dibangun oleh PT Dumas, Surabaya,” ungkap Kasie Penyuluhan Bea Cukai TanjungPerak Munif.

Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya sendiri hanya memiliki 2 kapal patroli ukuran 12 meter. Untuk kapal yang lebih besar harus memanggil dari pangkalan sarana operasi yang ada di Tanjung Priok, Jakarta. Pelabuhan Tanjung Perak memang termasuk wilayah pengawasan pangkalan Bea Cukai Tanjung Priok. Meski demikian, Munif mengatakan kapal tersebut cukup untuk pengawasan Tanjung Perak karena pelabuhan ini termasuk kategori low risk.

Selain Tanjung Priok, Bea Cukai memiliki 3 pangkalan lain. Pangkalan pertama ada di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, yang membawahi wilayah Sumatera seperti Aceh, Medan, dan Riau. Pangkalan kedua ada di Batam, yang secara khusus mengawasi wilayah Kepulauan Batam. Sedangkan pangkalan ketiga berada di Tanjung Priok, yang membawahi wilayah perairan Jawa, termasuk Jawa Timur. Untuk pangkalan di Indonesia Timur ada di Pantoloan, Palu, yang mengawasi Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua.

Terkait rencana penggabungan patroli keamanan laut oleh TNI AL, Bea Cukai, Polairud, serta Imigrasi masih Munif menyatakan belum bisa berkomentar banyak. Bea Cukai yang menjadi salah satu pihak yang diharapkan bergabung dengan satuan patroli gabungan tersebut mengatakan masih mempelajari kemungkinan tersebut.

“Kami masih mempelajari kemungkinan tersebut. Saat ini kan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman juga masih mempelajari kemungkinan tersebut. ni kita masih belum tahu bagaimana pelaksanaannya nanti, apakah tugas-tugas kami akan diambil alih atau nanti akan ada petugas dari bea cukai yang akan dimasukkan ke sana,” ujarnya. Munif juga menambahkan, selama ini untuk keamanan kaut Bea Cukai sudah berkoordinasi dengan TNI AL, Polairud, KKP, dan juga Polri.

back to top