Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Bulak ingin saingi Singapura

Bulak ingin saingi Singapura
Surabaya - KoPi | Pemerintah Kota Surabaya nampaknya belum menyerah untuk mengatasi masalah sepinya Sentra Ikan Bulak (SIB). Pemkot berencana menjadikan kawasan Bulak dan sekitarnya menjadi kawasan wisata pantai.
 

Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan untuk mencapai rencana itu, ia akan menambah taman lagi di depan SIB. "Insya Allah nanti kalau di depan SIB itu sudah jadi taman nanti pasti jadi ramai. Insya Allah tahun ini selesai. Yang belum hanya patungnya," terang Risma.

Risma menjelaskan ia menargetkan ada patung Surabaya besar di depan SIB, meniru ikon Singapura, Merlion. Selain itu ia mengatakan akan menghubungkan SIB dengan Jembatan THP melalui cable-car. Tidak hanya SIB dan THP, Risma juga berencana akan menghubungkan Madura melalui cable-car tersebut, dengan membangun cable-car yang melewati Suramadu. 

"Kita nanti akan komunikasi dengan pengembang yang di seberang Suramadu, jadi nanti bisa nyebrang di atas Suramadu dengan itu (cable-car)," terang Risma.

Risma menyatakan alasan ia membangun Jembatan THP adalah berdasarkan teori psikologi perkotaan. Ia menyebutkan dalam jasa perkotaan adalah petani dan nelayan. Ia berencana mengajak beberapa warga Bulak untuk melihat dan meniru Tanjung Benoa, Bali. Di sana nelayan tidak lagi hanya melaut dan mencari ikan, tapi juga menyewakan peralatan wisata seperti banana boat dan water ski.

"Jadi hari-hari tertentu mereka bisa off dari profesi nelayan dan beralih menyewakan jasa pariwisata. Itu untuk memudahkan peralihan profesi mereka, karena kalau hanya nelayan tradisional sudah susah," jelas Risma.

Hingga sekarang SIB yang ditargetkan menjadi pusat produk perikanan dan maritim Surabaya tersebut masih sepi, baik dari segi pembeli maupun pedagang. Pedagang mengatakan tidak ada pembeli yang mau mampir ke SIB, sehingga lebih memilih kembali berdagang di pasar ikan lama.

back to top