Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

“Apa jadinya negara maritim tanpa armada laut?”

“Apa jadinya negara maritim tanpa armada laut?”
Surabaya – KoPi| Salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo, yaitu pembangunan tol laut menjadi harapan bagi perwujudan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Rencananya, melalui pembangunan tol laut Jokowi akan mengembangkan 24 pelabuhan dari ujung Barat hingga ujung Timur Indonesia. Selain itu, Jokowi juga akan menambah pengadaan kapal secara bertahap, mulai dari tahun 2015 hingga 2019. Memasuki tahun 2015 ini, apa arti visi Indonesia sebagai poros maritim dunia?
 

Guru Besar Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof. Daniel M. Rosyid menegaskan pentingnya Indonesia untuk menjadi negara maritim. Menurutnya, untuk menjadi pemimpin ASEAN, Indonesia harus menjadi negara maritim. Apalagi tahun 2015 ini akan menandai pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Karena itu, pembangunan armada pelayaran yang kuat harus menjadi fokus Indonesia saat ini.

Daniel berpendapat, jika ingin menjadi sebuah negara maritim yang kuat, Indonesia butuh perusahaan pelayaran yang kuat. Masalahnya selama ini pengembangan industri galangan kapal Indonesia tampaknya masih belum menjadi fokus pemerintah. Sama seperti pembangunan nasional yang selalu berfokus pada daratan, industri berat Indonesia tampaknya juga lebih banyak berkonsentrasi pada industri otomotif, yang notabene selalu berwawasan daratan.

Daniel menegaskan, tanpa memiliki armada laut yang kuat, visi maritim Indonesia tidak akan tercapai. “Apa jadinya negara maritim yang tidak punya armada laut?” tanya Ketua Dewan Pakar Jawa Timur ini.

Ia menambahkan, negara maritim harus mampu menunjukkan kehadiran armada lautnya di perairan laut yang penting. Penguatan armada laut bukan hanya mengenai pengembangan alustita TNI AL saja, melainkan juga penguatan armada pelayaran sebagai infrastruktur transportasi nasional.

Tantangan Indonesia ke depan adalah mematahkan dominasi pelabuhan Singapura. Karena itu, industri pelayaran dan galangan kapal Indonesia harus benar-benar disiapkan. “Gangguan terbesar Indonesia dalam mewujudkan visi menjadi poros maritim dunia adalah Singapura. Selama berpuluh-puluh tahun, Singapura telah menjadi titik strategis perdagangan dunia dan arus ekspor-impor,” kata Pakar Teknik Kelautan ini.

back to top