Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Ya Tuhan, Ikan Pesut Mahakam Tinggal 86, Anak Cucu Tidak Bakal Lihat

Ya Tuhan, Ikan Pesut Mahakam Tinggal 86, Anak Cucu Tidak Bakal Lihat

Mari kita sampaikan ke Low Tuck Kwong, pemilik kapal ponton perusahaan Bayan Resources, agar melarang kapalnya melewati sungai Kedang Kepala tempat pesut mahakam sering berada. Juga minta Dishub Kukar untuk menindak kapal yang melintasi perairan Sungai yang biasanya sering terlihat adanya pesut mahakam.

KoPi| "Populasi ikan pesut di Sungai Mahakam saat ini hanya tersisa 86 ekor. Ikan lucu ini terancam punah dalam hitungan beberapa tahun ke depan akibat habitatnya terganggu oleh lalu lalangnya kapal-kapal pengangkut batu bara," kata Innal Rahman, aktivis lingkungan di Tenggarong, Kalimantan Timur.

"Saya teringat waktu kecil saat mengunjungi keluarga di Muara Pahu bersama ayah, banyak gerombolan pesut mahakam terlihat di muara anak sungai tersebut. Namun kini saat ponton batubara mulai merengsek memasuki sungai Kedang Pahu, pesut mahakam jarang sekali terlihat di situ," ceritanya.

Pesut Mahakam adalah lumba-lumba air tawar yang hidup di aliran sungai mahakam, Kalimantan Timur. Mereka sudah ditetapkan sebagai jenis satwa liar yang memperoleh prioritas sangat tinggi untuk dilestarikan dengan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.57/Menhut-II/2008. Badan konservasi dunia seperti IUCN dan CITES menyatakan populasi pesut hampir punah.

Data YK RASI, salah satu LSM yang konsen meneliti pesut mahakam sejak tahun 90-an, menyatakan pesut Mahakam kini bermigrasi ke wilayah lain karena terdesak. Lingkungan tempat hidupnya rusak.
Dalam beberapa bulan ini, puluhan ponton batubara milik Low Tuck Kwong yang disewa perusahaan Gunung Bayan Resources memaksa masuk sungai Kedang Kepala. Sungai ini sangat sempit, tapi tetap dipaksa masuk oleh kapal ponton.

Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak mendukung konservasi pesut mahakam. Gubernur sudah melayangkan surat agar tidak menerbitkan izin berlayar Ponton Batubara kepada Kepala Dermaga Dishub Kukar dan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Samarinda 22 Juli lalu.

"Meski begitu, Gubernur butuh dukungan kita. Tanggal 1 Agustus kemarin, saya bersama teman-teman Komunitas Save the Mahakam Dolphin berkunjung ke Desa Kedang Kepala. Kami melihat ada sekitar 10 ponton yang bertambat tidak jauh dari lokasi. Sebelumnya ada 30-an kapal. Berarti, kapal-kapal tersebut masuk secara diam-diam dan tidak mematuhi himbauan dari Gubernur," demikian Innal menjelaskan.

back to top