Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Toko Fashion Jangan Sembarangan Buang Plastik

Toko Fashion Jangan Sembarangan Buang Plastik

Winda Efanur FS


Yogyakarta-KoPi, “Sampah tidak selamanya sampah” slogan yang didengungkan oleh BLH. BLH melalui bidang pengembangan kapasitas lingkungan menggalakan 3R (Reduse, Reuse, Recycle). Mengurangi penggunaan bahan merusak lingkungan, pemakain kembali barang yang masih layak dan daur ulang sampah.

Bidang Kebersihan BLH, Udi Santoso mengatakan seleksi sampah-sampah guna meminimalisir keberadaan sampah di Yogyakarta. Bentuk solusi menumpuknya sampah di TPA Piyungan. Dari sampah bisa direkayasa menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Menurut salah seorang pengepul sampah asal Piyungan, Jabrik, masyarakat yang paham sampah tidak akan membuang atau membakar sampah. Pasalnya semua bisa dimanfaatkan contoh kecil plastik pakaian.

“Saya biasa membeli plastik bekas baju dari toko-toko fashion. Awalnya mereka yang tidak tahu plastiknya dibakar. Saya taruhlah tas bagor sampah di situ sekitar 2-3 bulan sudah mencapai 2 Kw saya ambil jual ke pabrik. Nah itu untungnya lumayan bisa Rp 200.000,-“, kata Jabrik.

Baik Udi maupun Jabrik sepakat upaya mendayagunakan sampah menjadi solusi bijak. Tidak mungkin hanya melempar sampah ke TPA Piyungan yang saat ini hampir Overload. Kembali pada peran kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah. Bentuk tanggung jawab moral mereka atas sampah yang dibuatnya sendiri. 

 

 

 

back to top