Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Toko Fashion Jangan Sembarangan Buang Plastik

Toko Fashion Jangan Sembarangan Buang Plastik

Winda Efanur FS


Yogyakarta-KoPi, “Sampah tidak selamanya sampah” slogan yang didengungkan oleh BLH. BLH melalui bidang pengembangan kapasitas lingkungan menggalakan 3R (Reduse, Reuse, Recycle). Mengurangi penggunaan bahan merusak lingkungan, pemakain kembali barang yang masih layak dan daur ulang sampah.

Bidang Kebersihan BLH, Udi Santoso mengatakan seleksi sampah-sampah guna meminimalisir keberadaan sampah di Yogyakarta. Bentuk solusi menumpuknya sampah di TPA Piyungan. Dari sampah bisa direkayasa menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Menurut salah seorang pengepul sampah asal Piyungan, Jabrik, masyarakat yang paham sampah tidak akan membuang atau membakar sampah. Pasalnya semua bisa dimanfaatkan contoh kecil plastik pakaian.

“Saya biasa membeli plastik bekas baju dari toko-toko fashion. Awalnya mereka yang tidak tahu plastiknya dibakar. Saya taruhlah tas bagor sampah di situ sekitar 2-3 bulan sudah mencapai 2 Kw saya ambil jual ke pabrik. Nah itu untungnya lumayan bisa Rp 200.000,-“, kata Jabrik.

Baik Udi maupun Jabrik sepakat upaya mendayagunakan sampah menjadi solusi bijak. Tidak mungkin hanya melempar sampah ke TPA Piyungan yang saat ini hampir Overload. Kembali pada peran kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah. Bentuk tanggung jawab moral mereka atas sampah yang dibuatnya sendiri. 

 

 

 

back to top