Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Toko Fashion Jangan Sembarangan Buang Plastik

Toko Fashion Jangan Sembarangan Buang Plastik

Winda Efanur FS


Yogyakarta-KoPi, “Sampah tidak selamanya sampah” slogan yang didengungkan oleh BLH. BLH melalui bidang pengembangan kapasitas lingkungan menggalakan 3R (Reduse, Reuse, Recycle). Mengurangi penggunaan bahan merusak lingkungan, pemakain kembali barang yang masih layak dan daur ulang sampah.

Bidang Kebersihan BLH, Udi Santoso mengatakan seleksi sampah-sampah guna meminimalisir keberadaan sampah di Yogyakarta. Bentuk solusi menumpuknya sampah di TPA Piyungan. Dari sampah bisa direkayasa menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Menurut salah seorang pengepul sampah asal Piyungan, Jabrik, masyarakat yang paham sampah tidak akan membuang atau membakar sampah. Pasalnya semua bisa dimanfaatkan contoh kecil plastik pakaian.

“Saya biasa membeli plastik bekas baju dari toko-toko fashion. Awalnya mereka yang tidak tahu plastiknya dibakar. Saya taruhlah tas bagor sampah di situ sekitar 2-3 bulan sudah mencapai 2 Kw saya ambil jual ke pabrik. Nah itu untungnya lumayan bisa Rp 200.000,-“, kata Jabrik.

Baik Udi maupun Jabrik sepakat upaya mendayagunakan sampah menjadi solusi bijak. Tidak mungkin hanya melempar sampah ke TPA Piyungan yang saat ini hampir Overload. Kembali pada peran kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah. Bentuk tanggung jawab moral mereka atas sampah yang dibuatnya sendiri. 

 

 

 

back to top