Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Sumber Sampah di Lautan Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Cina!

Sumber Sampah di Lautan Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Cina!
KoPi | Jutaan ton sampah yang mengapung di lautan menjadi problema lingkungan sepanjang masa. Selain merusak keindahan alam, sampah-sampah tersebut juga membahayakan berbagai makhluk hidup lautan. Sektor pariwisata sering mengalami kemunduran akibat banyaknya sampah di tepi pantai dan laut. Kamis lalu, peneliti dari Amerika dan Australia mengeluarkan daftar 20 negara yang berkontribusi dalam timbunan sampah di samudera. Indonesia, bersama Filipina, Vietnam, dan Cina masuk urutan teratas dalam daftar tersebut.

Peneliti dari University of Georgia menyatakan negara-negara yang memiliki garis pantai telah membuang 8 juta ton sampah pada tahun 2010. Mereka memperkirakan, angka tersebut akan naik dua kali lipat setiap tahun. Pada tahun 2025, peneliti memprediksi akan ada 155 juta ton sampah di lautan.

Cina menjadi negara paling buruk dalam penanganan sampah. Mereka dianggap bertanggung jawab atas 245.000 ton sampah plastik yang mengapung di lautan. Artinya, 27,7% sampah di lautan berasal dari China. 

Negara-negara maju juga tak luput dari daftar tersebut. Amerika menempati urutan ke-20. Para peneliti memperkirakan, jika seluruh negara di Uni Eropa digabungkan, mereka akan menempati urutan 18 dalam daftar tersebut.

Kepala Penelitian Dr. Jenna Jambeck dari University of Georgia menjelaskan angka tersebut didapat dari data sampah padat dari 192 negara. Data itu lalu dikombinasikan dengan kepadatan penduduk dan status ekonomi negara tersebut. Sampah plastik seperti tas plastik, bungkus makanan, botol, gelas, mainan, dan sikat gigi, adalah sampah yang paling banyak ditemui di lautan.

Para ahli mengkhawatirkan dampak tumpukan sampah tersebut pada lingkungan. Hewan laut seperti paus, lumba-lumba, dan singa laut, sering ditemukan terjerat plastik. Aktivis lingkungan juga sering menemukan bangkai penyu, burung laut, dan ikan dengan sampah plastik di dalam perut mereka.

Meski demikian Jambeck menyatakan penelitian ini bukan untuk menyalahkan negara tertentu. “Kami ingin mendata estimasi sampah yang masuk ke lautan secara global. Tapi tetap perlu digarisbawahi bahwa ini adalah masalah global. Perlu solusi global dan lokal untuk memecahkannya,” tegas Jambeck. | Daily Mirror

back to top