Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Sebuah sarang burung robohkan sebuah pohon

Sebuah sarang burung robohkan sebuah pohon

Beijing-KoPi, Sebuah sarang burung dengan berat lebih 2000 pon (907 Kg) dipercaya menjadi sarang burung terbesar se dunia, telah merobohkan sebuah pohoh yang menjadi tempatnya, berdasarkan yang dilaporkan Wired Magazine akhir-akhir ini.

Kebetulan, struktur inti dari sarang tersebut masih utuh karena disangga oleh cabang-cabang pohon.

Sarang tersebut panjangnya 6 meter, lebarnya 4 meter dan tingginya 2 meter, ditemukan di dataran gersang antara Afrika Selatan dan Namibia.

Ahli Biologi Gavin Leighton dari Miami University mengatakan bahwa sarang tersebut mempunyai 100 lubang di dalamnya yang mungkin bisa menampung 500 burung.

Dia mengatakan bahwa sarang burung tersebut mungkin telah ada lebih satu abad.

Tapi karena air hujan yang lebat menyerap ke sarang tersebut saat musim panas ini dan melewati batas berat maksimal yang bisa disangga oleh pohon tersebut, beberapa bagian sarang tersebut rusak ketika pohon tersebut roboh.

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top