Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sebuah sarang burung robohkan sebuah pohon

Sebuah sarang burung robohkan sebuah pohon

Beijing-KoPi, Sebuah sarang burung dengan berat lebih 2000 pon (907 Kg) dipercaya menjadi sarang burung terbesar se dunia, telah merobohkan sebuah pohoh yang menjadi tempatnya, berdasarkan yang dilaporkan Wired Magazine akhir-akhir ini.

Kebetulan, struktur inti dari sarang tersebut masih utuh karena disangga oleh cabang-cabang pohon.

Sarang tersebut panjangnya 6 meter, lebarnya 4 meter dan tingginya 2 meter, ditemukan di dataran gersang antara Afrika Selatan dan Namibia.

Ahli Biologi Gavin Leighton dari Miami University mengatakan bahwa sarang tersebut mempunyai 100 lubang di dalamnya yang mungkin bisa menampung 500 burung.

Dia mengatakan bahwa sarang burung tersebut mungkin telah ada lebih satu abad.

Tapi karena air hujan yang lebat menyerap ke sarang tersebut saat musim panas ini dan melewati batas berat maksimal yang bisa disangga oleh pohon tersebut, beberapa bagian sarang tersebut rusak ketika pohon tersebut roboh.

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top