Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sampah hanya ditimbun di TPA, lahan bisa jebol

Sampah hanya ditimbun di TPA, lahan bisa jebol
Surabaya - KoPi | Sampah merupakan salah satu masalah utama kota besar. Pengelolaan sampah di Indonesia masih sering dilakukan tanpa kaidah kelestarian lingkungan. Hal itu diungkap oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
 

KLHK menyebutkan saat ini lebih dari 90% kabupaten/kota di Indonesia masih menggunakan sistem open dumping atau bahkan dibakar proses dalam pongelolaan sampah. Pemerintah daerah masih minim upaya pemilahan dan pengolahan sampah sehingga pada akhirnya sampah hanya ditimbun di TPA.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tuti Hendrawati Mintarsih, menyebutkan hal tersebut diketahui dari hasil studi di beberapa kota pada tahun 2012. Studi tersebut menyebutkan 69 persen pola pengelolaan sampah diangkut dan ditimbun di TPA, 10 persen dikubur, bahkan ada pula yang masih dibakar, yaitu 5 persen. Hanya 7 persen yang mengubah sampah menjadi kompos dan melakukan daur ulang. 7 persen sisanya tidak melakukan pengelolaan sampah.

"Kalau kebijakan 'do nothing' itu tetap dilakukan, maka kebutuhan lahan untuk TPA akan meningkat jadi 1.610 hektare pada tahun 2020," kata Tuti di Surabaya.

Menurutnya, paradigma pengelolaan sampah harus diubah dari kumpul-angkut-buang menjadi pengurangan sumber dan daur ulang sumberdaya. Untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut, pemerintah telah menetapkan target pengurangan dan pengolahan sampah. Tahun 2019 pemerintah menargetkan timbunan sampah berkurang 20 persen, terutama sampah plastik.

back to top