Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Sampah hanya ditimbun di TPA, lahan bisa jebol

Sampah hanya ditimbun di TPA, lahan bisa jebol
Surabaya - KoPi | Sampah merupakan salah satu masalah utama kota besar. Pengelolaan sampah di Indonesia masih sering dilakukan tanpa kaidah kelestarian lingkungan. Hal itu diungkap oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
 

KLHK menyebutkan saat ini lebih dari 90% kabupaten/kota di Indonesia masih menggunakan sistem open dumping atau bahkan dibakar proses dalam pongelolaan sampah. Pemerintah daerah masih minim upaya pemilahan dan pengolahan sampah sehingga pada akhirnya sampah hanya ditimbun di TPA.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tuti Hendrawati Mintarsih, menyebutkan hal tersebut diketahui dari hasil studi di beberapa kota pada tahun 2012. Studi tersebut menyebutkan 69 persen pola pengelolaan sampah diangkut dan ditimbun di TPA, 10 persen dikubur, bahkan ada pula yang masih dibakar, yaitu 5 persen. Hanya 7 persen yang mengubah sampah menjadi kompos dan melakukan daur ulang. 7 persen sisanya tidak melakukan pengelolaan sampah.

"Kalau kebijakan 'do nothing' itu tetap dilakukan, maka kebutuhan lahan untuk TPA akan meningkat jadi 1.610 hektare pada tahun 2020," kata Tuti di Surabaya.

Menurutnya, paradigma pengelolaan sampah harus diubah dari kumpul-angkut-buang menjadi pengurangan sumber dan daur ulang sumberdaya. Untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut, pemerintah telah menetapkan target pengurangan dan pengolahan sampah. Tahun 2019 pemerintah menargetkan timbunan sampah berkurang 20 persen, terutama sampah plastik.

back to top