Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

PROFAUNA kecewa penyelundup satwa liar divonis ringan

PROFAUNA kecewa penyelundup satwa liar divonis ringan
Surabaya - KoPi | Lembaga Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA) mengaku kecewa atas vonis rendah yang dijatuhkan kepada Basuki Ongko Raharjo, pelaku perdagangan satwa langka antarnegara. Majelis Hakim yang diketuai Ferdinandus di Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan hukuman sangat ringan terhadap pelaku, yaitu pidana penjara enam bulan, dengan masa percobaan satu tahun penjara pada tanggal 17 Juni 2015.
 

Juru kampanye PROFAUNA Indonesia, Swasti Prawidya Mukti, Jumat (19/6) mengatakan, vonis rendah terhadap pelaku perdagangan satwa langka tidak akan membuat efek jera. Perdagangan satwa akan terus berlangsung jika vonisnya seperti ini.

Basuki, warga Kota Malang itu dinyatakan terbukti bersalah melanggar UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Menurut Swasti, kejahatan yang dilakukan Basuki sangat memprihatikan kelestarian satwa liar Indonesia. Dari tangan Basuki, petugas polisi menyita seekor opsetan penyu, kucing hutan, kerangka kancil, kepala rusa, 85 kerangka paruh merah burung cekakak, 100 kepala paruh merah cekakak, 30 kerangka cekakak, 90 kepala paruh hitam cekakak, 63 bulu merak, 5 kerang terompet dan 9 sigung.

Basuki mengaku sudah sejak tahun 2006 melakukan bisnis jual beli satwa langka dengan pasar di Eropa dan USA. Menurut pengakuannya, dia sudah sering mengirim satwa asli Indonesia ke sejumlah Negara, antara lain Inggris, USA, dan Swedia.

Awal terungkapnya kasus bermula dari informasi petugas Metropolitan Police Wildlfe Crime unit di Inggris yang menemukan kiriman spesies satwa dalam keadaan mati asal Indonesia. Temuan itu diteruskan ke pemerintah Indonesia untuk ditindaklanjuti.

Atas vonis ringan tersebut, PROFAUNA akan melaporkan vonis rendah ini ke Komisi Yudisial. Swasti berpendapat karena vonis ini sangat jauh dari keadilan jika dibandingkan dengan kerugian Negara atas perdagangan satwa langka yang mestinya dilindungi itu.

Hasil penelusuran PROFAUNA, sebanyak 40% satwa liar yang diperdagangkan mati akibat proses penangkapan yang menyakitkan, pengangkutan yang tidak memadai, kandang sempit dan makanan yang tidak sesuai. Untuk menangkap seekor burung nuri atau kakaktua, penangkap akan memasang jerat atau perekat di atas pohon yang tinggi. Burung yang terjerat akan meronta kesakitan kemudian jatuh ke tanah. Agar burung itu tidak dapat terbang jauh, maka bulu-bulu sayap terbangnya dicabuti. Sehingga tak heran jika ketika sampai di pasar burung tersebut terkesan seperti "jinak", tidak bisa terbang jauh.

back to top