Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

PROFAUNA kecewa penyelundup satwa liar divonis ringan

PROFAUNA kecewa penyelundup satwa liar divonis ringan
Surabaya - KoPi | Lembaga Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA) mengaku kecewa atas vonis rendah yang dijatuhkan kepada Basuki Ongko Raharjo, pelaku perdagangan satwa langka antarnegara. Majelis Hakim yang diketuai Ferdinandus di Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan hukuman sangat ringan terhadap pelaku, yaitu pidana penjara enam bulan, dengan masa percobaan satu tahun penjara pada tanggal 17 Juni 2015.
 

Juru kampanye PROFAUNA Indonesia, Swasti Prawidya Mukti, Jumat (19/6) mengatakan, vonis rendah terhadap pelaku perdagangan satwa langka tidak akan membuat efek jera. Perdagangan satwa akan terus berlangsung jika vonisnya seperti ini.

Basuki, warga Kota Malang itu dinyatakan terbukti bersalah melanggar UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Menurut Swasti, kejahatan yang dilakukan Basuki sangat memprihatikan kelestarian satwa liar Indonesia. Dari tangan Basuki, petugas polisi menyita seekor opsetan penyu, kucing hutan, kerangka kancil, kepala rusa, 85 kerangka paruh merah burung cekakak, 100 kepala paruh merah cekakak, 30 kerangka cekakak, 90 kepala paruh hitam cekakak, 63 bulu merak, 5 kerang terompet dan 9 sigung.

Basuki mengaku sudah sejak tahun 2006 melakukan bisnis jual beli satwa langka dengan pasar di Eropa dan USA. Menurut pengakuannya, dia sudah sering mengirim satwa asli Indonesia ke sejumlah Negara, antara lain Inggris, USA, dan Swedia.

Awal terungkapnya kasus bermula dari informasi petugas Metropolitan Police Wildlfe Crime unit di Inggris yang menemukan kiriman spesies satwa dalam keadaan mati asal Indonesia. Temuan itu diteruskan ke pemerintah Indonesia untuk ditindaklanjuti.

Atas vonis ringan tersebut, PROFAUNA akan melaporkan vonis rendah ini ke Komisi Yudisial. Swasti berpendapat karena vonis ini sangat jauh dari keadilan jika dibandingkan dengan kerugian Negara atas perdagangan satwa langka yang mestinya dilindungi itu.

Hasil penelusuran PROFAUNA, sebanyak 40% satwa liar yang diperdagangkan mati akibat proses penangkapan yang menyakitkan, pengangkutan yang tidak memadai, kandang sempit dan makanan yang tidak sesuai. Untuk menangkap seekor burung nuri atau kakaktua, penangkap akan memasang jerat atau perekat di atas pohon yang tinggi. Burung yang terjerat akan meronta kesakitan kemudian jatuh ke tanah. Agar burung itu tidak dapat terbang jauh, maka bulu-bulu sayap terbangnya dicabuti. Sehingga tak heran jika ketika sampai di pasar burung tersebut terkesan seperti "jinak", tidak bisa terbang jauh.

back to top