Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pengabaian peran sungai, masyarakat lupa sejarah

Pengabaian peran sungai, masyarakat lupa sejarah
Surabaya - KoPi | Permasalahan krisis air bersih dan kelestarian sungai di Indonesia disadari tidak bisa lagi diabaikan. Kedua masalah tersebut akan menjadi topik utama yang akan dibahas dalam Kongres Sungai Indonesia yang akan digelar 26-30 Agustus 2015 di Banjarnegara, Jawa Tengah.
 

Sekjen Kongres Sungai Indonesia 2015 Agus Gunawan Wibisono mengatakan, untuk mengatasi persoalan-persoalan itu, maka dalam Kongres Sungai Indonesia akan dibahas langkah strategis penanangannya.

"Fungsi dan peran sungai di Indonesia, mulai masa lalu sampai sekarang sangat strategis untuk mendukung peradaban bangsa. Kondisi tersebut, disadari atau tidak, sudah terbukti mulai dari masa kejayaan kerajaan-kerajaan besar di Indonesia yang menggunakan sungai sebagai alur utama transportasi mereka kala itu," ucapnya.

Buruknya kualitas sungai di Indonesia saat ini tentu membuat miris. Artinya, masyarakat Indonesia sudah lupa pada akar sejarah dan budaya yang menjadi kejayaan di masa lampau.

Agus berharap, institusi pemangku kepentingan tidak terjebak dan berlindung dibalik tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, sehingga persoalan sungai tidak akan tuntas. 

Untuk itu, Kongres Sungai Indonesia merupakan momen yang tepat untuk mengajak berbagai pihak untuk melestarikan dan menjaga ekosistem sungai. Menurutnya, dengan melibatkan banyak pihak, maka masyarakat akan semakin sadar dan tahu perlunya menjaga sungai dan melestarikan ekosistem sungai. Tugas tersebut bukan hanya kewajiban aktivis lingkungan atau masyarakat di bantaran sungai, tapi bagi semua orang.

back to top