Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pengabaian peran sungai, masyarakat lupa sejarah

Pengabaian peran sungai, masyarakat lupa sejarah
Surabaya - KoPi | Permasalahan krisis air bersih dan kelestarian sungai di Indonesia disadari tidak bisa lagi diabaikan. Kedua masalah tersebut akan menjadi topik utama yang akan dibahas dalam Kongres Sungai Indonesia yang akan digelar 26-30 Agustus 2015 di Banjarnegara, Jawa Tengah.
 

Sekjen Kongres Sungai Indonesia 2015 Agus Gunawan Wibisono mengatakan, untuk mengatasi persoalan-persoalan itu, maka dalam Kongres Sungai Indonesia akan dibahas langkah strategis penanangannya.

"Fungsi dan peran sungai di Indonesia, mulai masa lalu sampai sekarang sangat strategis untuk mendukung peradaban bangsa. Kondisi tersebut, disadari atau tidak, sudah terbukti mulai dari masa kejayaan kerajaan-kerajaan besar di Indonesia yang menggunakan sungai sebagai alur utama transportasi mereka kala itu," ucapnya.

Buruknya kualitas sungai di Indonesia saat ini tentu membuat miris. Artinya, masyarakat Indonesia sudah lupa pada akar sejarah dan budaya yang menjadi kejayaan di masa lampau.

Agus berharap, institusi pemangku kepentingan tidak terjebak dan berlindung dibalik tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, sehingga persoalan sungai tidak akan tuntas. 

Untuk itu, Kongres Sungai Indonesia merupakan momen yang tepat untuk mengajak berbagai pihak untuk melestarikan dan menjaga ekosistem sungai. Menurutnya, dengan melibatkan banyak pihak, maka masyarakat akan semakin sadar dan tahu perlunya menjaga sungai dan melestarikan ekosistem sungai. Tugas tersebut bukan hanya kewajiban aktivis lingkungan atau masyarakat di bantaran sungai, tapi bagi semua orang.

back to top