Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Paus bongkok dicoret dari daftar satwa terancam punah

Paus bongkok dicoret dari daftar satwa terancam punah
KoPi | National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengajukan proporsal untuk mencoret dua pertiga sub-spesies paus bongkok dari daftar spesies terancam punah. Proses konservasi selama 45 tahun dianggap berhasil menyelamatkan mamalia laut itu dari daftar tersebut.
 

NOAA menganggap 10 dari 14 sub-spesies paus bongkok di seluruh dunia sudah tidak perlu lagi dilindungi melalui daftar spesies terancam. Paus bongkok telah masuk ke dalam daftar spesies terancam punah sejak tahun 1970. Selama 45 tahun para aktivis lingkungan berupaya menyelamatkan populasi paus bongkok di seluruh dunia.

“Ini merupakan berita besar, membawa kembali spesies ke titik di mana populasinya dianggap aman dan tidak perlu lagi dikategorikan terancam. Keberhasilan ini bisa terjadi karena kerja keras semua orang, badan internasional, warga, dan riset ilmiah,” ujar Donna Wieting direktur NOAA.

Ini merupakan pertama kalinya NOAA menghapus paus dari daftar spesies terancam sejak tahun 1994. Meski demikian, populasi paus bongkok di Cape Verde, Barat Laut Afrika dan Laut Arab dinilai masih dalam kondisi bahaya. Selain itu paus bongkok yang ada di Barat Laut Pasifik juga masih dalam status terancam.

Dengan dihapusnya beberapa sub-spesies paus bongkok tersebut, kemungkinan akan ada sedikit kelonggaran untuk aktivitas komersial. Misalnya untuk memudahkan proses pengeboran minyak lepas pantai.

NOAA memperkirakan populasi paus bongkok di Hindia Barat tumbuh sekitar 2% setiap tahun, sedangkan populasi di Australia Timur tumbuh rata-rata 11% setiap tahun. Saat ini populasi paus bongkok di Pasifik Utara diperkirakan berjumlah lebih dari 5.800 ekor.

Namun klaim NOAA tersebut diterima dengan skeptis oleh Pusat Keragaman Biologi Alaska. Rebecca Noblin, direktur Pusat Keragaman Biologi Alaska menganggap penghapusan tersebut masih prematur.

“Akan lebih bermanfaat untuk melanjutkan perlindungan pada paus bongkok karena kondisi lautan terus berubah. Paus bongkok masih rawan pada ancaman lain seperti perubahan iklim dan pengasaman laut,” kata Noblin. | Huffington Post

 

back to top