Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Paus bongkok dicoret dari daftar satwa terancam punah

Paus bongkok dicoret dari daftar satwa terancam punah
KoPi | National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengajukan proporsal untuk mencoret dua pertiga sub-spesies paus bongkok dari daftar spesies terancam punah. Proses konservasi selama 45 tahun dianggap berhasil menyelamatkan mamalia laut itu dari daftar tersebut.
 

NOAA menganggap 10 dari 14 sub-spesies paus bongkok di seluruh dunia sudah tidak perlu lagi dilindungi melalui daftar spesies terancam. Paus bongkok telah masuk ke dalam daftar spesies terancam punah sejak tahun 1970. Selama 45 tahun para aktivis lingkungan berupaya menyelamatkan populasi paus bongkok di seluruh dunia.

“Ini merupakan berita besar, membawa kembali spesies ke titik di mana populasinya dianggap aman dan tidak perlu lagi dikategorikan terancam. Keberhasilan ini bisa terjadi karena kerja keras semua orang, badan internasional, warga, dan riset ilmiah,” ujar Donna Wieting direktur NOAA.

Ini merupakan pertama kalinya NOAA menghapus paus dari daftar spesies terancam sejak tahun 1994. Meski demikian, populasi paus bongkok di Cape Verde, Barat Laut Afrika dan Laut Arab dinilai masih dalam kondisi bahaya. Selain itu paus bongkok yang ada di Barat Laut Pasifik juga masih dalam status terancam.

Dengan dihapusnya beberapa sub-spesies paus bongkok tersebut, kemungkinan akan ada sedikit kelonggaran untuk aktivitas komersial. Misalnya untuk memudahkan proses pengeboran minyak lepas pantai.

NOAA memperkirakan populasi paus bongkok di Hindia Barat tumbuh sekitar 2% setiap tahun, sedangkan populasi di Australia Timur tumbuh rata-rata 11% setiap tahun. Saat ini populasi paus bongkok di Pasifik Utara diperkirakan berjumlah lebih dari 5.800 ekor.

Namun klaim NOAA tersebut diterima dengan skeptis oleh Pusat Keragaman Biologi Alaska. Rebecca Noblin, direktur Pusat Keragaman Biologi Alaska menganggap penghapusan tersebut masih prematur.

“Akan lebih bermanfaat untuk melanjutkan perlindungan pada paus bongkok karena kondisi lautan terus berubah. Paus bongkok masih rawan pada ancaman lain seperti perubahan iklim dan pengasaman laut,” kata Noblin. | Huffington Post

 

back to top