Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Oknum dibalik asap Riau berhak dituntut!

image from lintas.me image from lintas.me
Surabaya - KoPi | Upaya penanganan korban Asap Riau masih sangat minim. Hal ini diakibatkan kebijakan pemerintah yang hanya fokus pada penanganan akar permasalahan, yaitu pemadaman disejulah titik api penyebab munculnya asap.

Riau, merupaan salah satu daerah yang berdampak pada kebakaran hutan tersebut. Paparan asap yang diterima masysarakat Riau selama beberapa bulan ini masih minim penggerakan.

Dr. R. Azizah, Pakar Kesehatan Lingkungan ini menyatakan bentuk keprihatinan pada bencana Asap yang terjadi di Riau. Menurutnya, sara terbaik dalam menangani masalah in adalah penggerakan diseluruh elemen masyarakat dan para ahli untuk menangani permasalahan tersebut.

“Untuk masyarakat di Riau yang sudah terkena dampak, saran saya adalah bermigrasi ke darah yang memiliki udara bersih. Karena saat ini tidak ada penanganan yang lebih baik ketimbang bermigrasi ke daerah lain. Karen asap akan memiliki celah untuk masuk dan Masyarakat tidak memiliki ruang untuk bersembunyi” ujarnya.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga ini mengatakan bahwa teknologi dan obat yang saat ini diberikan tentunya masih akan kurang dalam penanganan medis. Baginya, bencana yang saat ini terjadi di Riau merupakan keterliabtan oknum tertentu.

“Dalam pembangunan, perusahaan harusnya memperhatikan 3 pilar penting, Lingkungan, Ekonoomi dan Sosial. Saat ini yang terjadi di Riau adalah perusakan terhadap tiga pilar tersebut” tuturnya.

Azizah menyetujui  Masyarakat Riau dalam melakukan tuntutan terhadap oknum dibalik bencana asap Riau. Baginya hal itu sangat penting dilakukan, sebab saat ini bencana asap Riau sudah sangatlah menyediihkan. Mereka berhak untuk menuntut pencemaran terhadap lingkungan mereka sendiri.  | Labibah

back to top