Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Oknum dibalik asap Riau berhak dituntut!

image from lintas.me image from lintas.me
Surabaya - KoPi | Upaya penanganan korban Asap Riau masih sangat minim. Hal ini diakibatkan kebijakan pemerintah yang hanya fokus pada penanganan akar permasalahan, yaitu pemadaman disejulah titik api penyebab munculnya asap.

Riau, merupaan salah satu daerah yang berdampak pada kebakaran hutan tersebut. Paparan asap yang diterima masysarakat Riau selama beberapa bulan ini masih minim penggerakan.

Dr. R. Azizah, Pakar Kesehatan Lingkungan ini menyatakan bentuk keprihatinan pada bencana Asap yang terjadi di Riau. Menurutnya, sara terbaik dalam menangani masalah in adalah penggerakan diseluruh elemen masyarakat dan para ahli untuk menangani permasalahan tersebut.

“Untuk masyarakat di Riau yang sudah terkena dampak, saran saya adalah bermigrasi ke darah yang memiliki udara bersih. Karena saat ini tidak ada penanganan yang lebih baik ketimbang bermigrasi ke daerah lain. Karen asap akan memiliki celah untuk masuk dan Masyarakat tidak memiliki ruang untuk bersembunyi” ujarnya.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga ini mengatakan bahwa teknologi dan obat yang saat ini diberikan tentunya masih akan kurang dalam penanganan medis. Baginya, bencana yang saat ini terjadi di Riau merupakan keterliabtan oknum tertentu.

“Dalam pembangunan, perusahaan harusnya memperhatikan 3 pilar penting, Lingkungan, Ekonoomi dan Sosial. Saat ini yang terjadi di Riau adalah perusakan terhadap tiga pilar tersebut” tuturnya.

Azizah menyetujui  Masyarakat Riau dalam melakukan tuntutan terhadap oknum dibalik bencana asap Riau. Baginya hal itu sangat penting dilakukan, sebab saat ini bencana asap Riau sudah sangatlah menyediihkan. Mereka berhak untuk menuntut pencemaran terhadap lingkungan mereka sendiri.  | Labibah

back to top