Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Mahluk laut ini, tidak berevolusi selama 2,3 miliar tahun

Mahluk laut ini, tidak berevolusi selama 2,3 miliar tahun

Studi baru melaporkan sejenis bakteri pemakan sulfur mengalami evolusi selama 2,3 miliar tahun. "Hal ini sangat mengejutkan, ada kehidupan yang tidak berkembang selama lebih dari 2 miliar tahun-hampir separo sejarah Bumi," Dr. J. William Schopf, seorang profesor ilmu bumi, planet dan ruang di UCLA.

Dr. J. William menambahkan evolusi merupakan kerniscayaan, bila tidak mengalami evolusi perlu penelitian lebih lanjut.

Untuk penelitian ini, tim Schopf menguji secara kimia, komposisi, dan struktur bakteri dari tiga periode waktu: 2,3 miliar tahun yang lalu, 1,8 miliar tahun yang lalu, dan hari ini. Fosil bakteri kuno ditemukan melekat pada batuan di Australia, sedangkan bakteri yang modern dikumpulkan dalam lumpur di lepas Pantai Chile.

Hasil perbandingan menunjukkan tiga sampel "pada dasarnya sama" satu sama lain, para peneliti menulis dalam kertas yang menjelaskan temuan mereka, yang dipublikasikan secara online 2 Februari dalam jurnal PNAS.

Menurut para peneliti, bakteri laut yang tidak berevolusi karena mereka tidak perlu berevolusi. Kondisi lingkungan mereka tidak berubah.

"Mikroorganisme ini baik- sederhana, stabil lingkungan fisik dan biologis mereka," kata Schopf. "Jika mereka berada di lingkungan yang tidak berubah, tapi mereka tetap berkembang, yang akan menunjukkan bahwa pemahaman kita tentang evolusi Darwin sangat cacat."

Skor satu untuk Darwin! | huffingtonpost.com|Winda Efanur FS|

 

 

back to top