Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Mahluk laut ini, tidak berevolusi selama 2,3 miliar tahun

Mahluk laut ini, tidak berevolusi selama 2,3 miliar tahun

Studi baru melaporkan sejenis bakteri pemakan sulfur mengalami evolusi selama 2,3 miliar tahun. "Hal ini sangat mengejutkan, ada kehidupan yang tidak berkembang selama lebih dari 2 miliar tahun-hampir separo sejarah Bumi," Dr. J. William Schopf, seorang profesor ilmu bumi, planet dan ruang di UCLA.

Dr. J. William menambahkan evolusi merupakan kerniscayaan, bila tidak mengalami evolusi perlu penelitian lebih lanjut.

Untuk penelitian ini, tim Schopf menguji secara kimia, komposisi, dan struktur bakteri dari tiga periode waktu: 2,3 miliar tahun yang lalu, 1,8 miliar tahun yang lalu, dan hari ini. Fosil bakteri kuno ditemukan melekat pada batuan di Australia, sedangkan bakteri yang modern dikumpulkan dalam lumpur di lepas Pantai Chile.

Hasil perbandingan menunjukkan tiga sampel "pada dasarnya sama" satu sama lain, para peneliti menulis dalam kertas yang menjelaskan temuan mereka, yang dipublikasikan secara online 2 Februari dalam jurnal PNAS.

Menurut para peneliti, bakteri laut yang tidak berevolusi karena mereka tidak perlu berevolusi. Kondisi lingkungan mereka tidak berubah.

"Mikroorganisme ini baik- sederhana, stabil lingkungan fisik dan biologis mereka," kata Schopf. "Jika mereka berada di lingkungan yang tidak berubah, tapi mereka tetap berkembang, yang akan menunjukkan bahwa pemahaman kita tentang evolusi Darwin sangat cacat."

Skor satu untuk Darwin! | huffingtonpost.com|Winda Efanur FS|

 

 

back to top