Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kucing Rumahan Penyebab Satwa Australia Punah

Kucing Rumahan Penyebab Satwa Australia Punah AP
KoPi | Australia selalu menjadi benua yang unik. Benua terkecil ini begitu terpisah, terisolasi dari benua-benua lain, dan dihuni berbagai hewan berbisa. Namun ilmuwan menemukan fakta lain yang mengejutkan, mamalia endemik Australia semakin langka dan terancam punah. Alasan mengapa mereka punah semakin cepat, justru berasal dari sahabat dekat manusia: kucing rumahan.
 

Sebuah publikasi ilmiah di National Academy of Sciences menunjukkan fakta bahwa lebih dari 10 % mamalia asli Australia punah sejak kedatangan bangsa Eropa di benua tersebut. Bangsa Eropa mengenalkan kucing dan rubah dari daratan Eropa ke Australia, dan mereka mengancam habitat alami mamalia Australia. Kucing dibawa pelaut Australia untuk memburu tikus di geladak kapal, dan rubah dibawa sebagai sarana olahraga berburu.

Kedua spesies tersebut ternyata pemburu yang terlalu tangguh untuk mamalia asli Australia. Mereka juga mampu berkembang biak dengan pesat.

“Kami tahu hal ini sangat buruk, tapi kenyataannya jauh lebih buruk daripada perkiraan kami sebelumnya. Bahwa kita kehilangan sejumlah besar spesies merupakan masalah internasional,” ungkap John Woniarski dari Charles Darwin University, Australia.

Sebelumnya para ilmuwan selalu penasaran apa yang menjadi cepatnya kepunahan mamalia Australia. Di belahan dunia lain, kepunahan berbagai macam spesies disebabkan campur tangan manusia. Namun, Australia yang memiliki wilayah gurun yang luas hanya dihuni sedikit manusia. Seharusnya, Australia menjadi surga bagi hewan-hewan endemik.

Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Ilmuwan menemukan fakta bahwa ada 7 spesies mamalia yang dulu tersebar di Australia kini hanya bisa ditemukan di sebuah pulau yang tidak memiliki kucing dan rubah. Mereka juga menyimpulkan bahwa mamalia Australia paling terancam punah adalah mamalia kecil. Mamalia-mamalia tersebut merupakan santapan empuk bagi kucing dan rubah.

“Ini menunjukkan bahwa kita terlalu abai pada spesies yang terlalu invasif. Kita bisa membahayakan lingkungan meskipun tempat itu tidak dihuni manusia,” ujar Stuart Pimm, ahli biologi dari Duke University.| AP

back to top