Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Keterlaluan, pabrik masih berani buang limbah cair berbahaya

Keterlaluan, pabrik masih berani buang limbah cair berbahaya
Surabaya-KoPi| Pencemaran limbah oleh pihak industri hingga kini masih marak terjadi. Salah satunya adalah pabrik karton box, PT Wijaya Sentosa Box, yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Hasil sidak Tim Patroli Air jatim menemukan bahwa pabrik karton tersebut membuang limbah cair yang melebihi baku mutu.
 

"Sidak kami lakukan pada 28 Desember 2015 lalu, dan saat itu ada laporan kalau pabrik Wijaya Sentosa ini kerap membuang limbah cair. Tim pun memasuki lokasi pabrik dan mengambil sampel limbah untuk diuji di Lab Perum Jasa Tirta (PJT) I. Ternyata kualitas limbahnya melebihi parameter baku mutu,"ungkap Koordinator Garda Lingkungan, Didik Harimuko.

Didik mengatakan, hasil uji lab menunjukkan kadar TSS atau zat tersuspensi dalam limbah cair Wijaya Sentosa mencapai 145 mg/liter. Padahal baku mutu yang ditetapkan oleh Pergub Jatim No 54 Tahun 2014 untuk industri karton box adalah 70 mg/liter.

"Pabrik Wijaya Sentosa harus segera berbenah. Apalagi mereka belum punya IPLC (Izin Pembuangan Limbah Cair), jadi kalau sampai membuang limbah melebihi baku mutu, maka bisa dipidanakan,"tegas Didik, merujuk pada UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Didik menjelaskan, untuk dapat memiliki IPLC maka pabrik harus memperbaiki sistem pengolahan air limbahnya. "Wijaya Sentosa ini selain belum punya IPLC, kondisi pengolahan limbah WST juga belum sempurna. Belum ada flowmeter untuk mengukur debit air limbah yang dibuang dan mereka hanya menguji sampel limbah cair tiga bulan sekali,"jelasnya.

Padahal proses pengujian sampel seharusnya dilakukan sebulan sekali. Didik menerangkan, pabrik yang ingin mendapatkan IPLC seharusnya melakukan uji lab sebulan sekali. Hasilnya harus menunjukkan kondisi baik atau memenuhi baku mutu selama tiga bulan berturut-turut.

"Tapi Wijaya Sentosa Box ini hanya menguji tiga bulan sekali. Katanya atas saran dari rekanan pihak ketiga," tukas Didik.

Jika tak memiliki IPLC, industri tidak akan diperkenankan membuang limbah cair. Untuk itu, Didik meminta agar pihak manajemen Wijaya Sentosa Box segera mengurus IPLC dan tidak membuang limbah cair ke saluran pembuangan yang mengalir ke sungai.

back to top