Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Jokowi: "Butuh waktu 3 tahun untuk tangani kebakaran hutan"

Jokowi: "Butuh waktu 3 tahun untuk tangani kebakaran hutan"
KoPi| Bencana kabut asap di Riau telah menjadi perhatian internasional. Efek kebakaran lahan di Riau merambat hingga ke negara tetangga. Bukan hanya warga Riau yang menderita, penduduk Singapura dan Malaysia juga terkena getahnya. Hal ini semakin mencoreng nama Indonesia di mata internasional.
 

Di tengah sorotan dunia internasional, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kabut asap bukan persoalan yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Menurutnya, butuh waktu setidaknya tiga tahun agar efek penanggulangan kabut asap mulai terlihat.

Dalam wawancara eksklusif dengan BBC pada Senin (29/9), Jokowi menyebutkan bahwa Indonesia telah menerjunkan 3.700 personel militer, 8.000 personel kepolisian, dan empat pesawat water bombing untuk memadamkan kebakaran lahan. Pemerintah juga membangun cadangan air dan kanal di kawasan hutan untuk mempermudah pengambilan air.

"Hasilnya akan terlihat segera dan dalam waktu tiga tahun kami (Indonesia) akan menyelesaikan masalah ini," ucap Jokowi pada BBC.

Kebakaran lahan paling banyak terjadi di Sumatera, Riau, dan Kalimantan. Penyebabnya tak lain pembukaan lahan dengan cara dibakar untuk perluasan perkebunan kelapa sawit. Malaysia dan Singapura sering mengirimkan protes dan menuntut Indonesia bertanggung jawab atas kebakaran lahan yang terjadi setiap tahun. Namun pemerintah Indonesia juga menuding bahwa perusahaan yang paling banyak membakar hutan adalah perusahaan asing asal Singapura dan Malaysia. Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan 10 perusahaan sebagai pelaku pembakaran hutan dan mem-black list mereka. Dari 10 perusahaan tersebut, 5 perusahaan diduga berperan dalam pembakaran hutan di Riau, 2 perusahaan di Jambi, dan 3 perusahaan di Kalimantan Tengah. |

back to top