Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Jokowi: "Butuh waktu 3 tahun untuk tangani kebakaran hutan"

Jokowi: "Butuh waktu 3 tahun untuk tangani kebakaran hutan"
KoPi| Bencana kabut asap di Riau telah menjadi perhatian internasional. Efek kebakaran lahan di Riau merambat hingga ke negara tetangga. Bukan hanya warga Riau yang menderita, penduduk Singapura dan Malaysia juga terkena getahnya. Hal ini semakin mencoreng nama Indonesia di mata internasional.
 

Di tengah sorotan dunia internasional, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kabut asap bukan persoalan yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Menurutnya, butuh waktu setidaknya tiga tahun agar efek penanggulangan kabut asap mulai terlihat.

Dalam wawancara eksklusif dengan BBC pada Senin (29/9), Jokowi menyebutkan bahwa Indonesia telah menerjunkan 3.700 personel militer, 8.000 personel kepolisian, dan empat pesawat water bombing untuk memadamkan kebakaran lahan. Pemerintah juga membangun cadangan air dan kanal di kawasan hutan untuk mempermudah pengambilan air.

"Hasilnya akan terlihat segera dan dalam waktu tiga tahun kami (Indonesia) akan menyelesaikan masalah ini," ucap Jokowi pada BBC.

Kebakaran lahan paling banyak terjadi di Sumatera, Riau, dan Kalimantan. Penyebabnya tak lain pembukaan lahan dengan cara dibakar untuk perluasan perkebunan kelapa sawit. Malaysia dan Singapura sering mengirimkan protes dan menuntut Indonesia bertanggung jawab atas kebakaran lahan yang terjadi setiap tahun. Namun pemerintah Indonesia juga menuding bahwa perusahaan yang paling banyak membakar hutan adalah perusahaan asing asal Singapura dan Malaysia. Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan 10 perusahaan sebagai pelaku pembakaran hutan dan mem-black list mereka. Dari 10 perusahaan tersebut, 5 perusahaan diduga berperan dalam pembakaran hutan di Riau, 2 perusahaan di Jambi, dan 3 perusahaan di Kalimantan Tengah. |

back to top