Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Dampak Idul Adha, Kali Surabaya makin tercemar

Dampak Idul Adha, Kali Surabaya makin tercemar
Surabaya-KoPi| Perayaan Hari Raya Idul Adha pada Kamis (24/9) lalu ternyata menyisakan sejumlah permasalahan lingkungan. Proses pemotongan hewan kurban berdampak buruk pada kualitas air di Kali Surabaya. Sungai yang menjadi bahan baku air minum di Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya tersebut tercemar limbah kotoran jerohan dari hewan kurban.
 

Hal tersebut disampaikan PDAM Surya Sembada Surabaya. PDAM Surya Sembada menginformasikan setelah perayaan Idul Adha kemarin, beban pencemaran menurunkan DO (dissolve oxygen) atau kadar oksigen terlarut dalam air Kali Surabaya.

Petugas Lab Perum Jasa Tirta I, Sawaludin mengatakan, lemak dari kotoran ternak yang mengambang di sungai menghalangi sinar matahari yang masuk ke dalam air. Hal ini membuat kadar oksigen berkurang karena proses fotosintesisnya terhalang. 

Koordintaor Garda Lingkungan Jatim, Didik Harimuko menuturkan bahwa peristiwa tersebut terus berulang setiap tahunnya. “Setiap Idul Adha, banyak warga yang membuang dan mencuci jerohan sapi dan kambing di Kali Surabaya. Ini terjadi setiap tahun tapi tidak ada upaya khusus dari pemerintah untuk bisa menanggulanginya,” ujarnya.

Seharusnya, kata dia, BLH (Badan Lingkungan Hidup) Jawa Timur bisa mengambil langkah antisipasi. Namun hal tersebut tidak pernah dilakukan. “Seharusnya bisa dilakukan sosialisasi ke warga atau saat Idul Adha bisa dilakukan sidak langsung ke lapangan,” katanya.

Pantauan langsung itu, urainya, seperti kegiatan rutin patroli air yang biasa dilakukan memantau pencemaran industri. “Jadi kalau ada yang membuang atau mencuci kotoran hewan kurban di Kali Surabaya bisa langsung diingatkan. Tidak peduli itu hari libur tetap harus dilakukan,” tegasnya.

back to top